Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 518 |
![]() | Yesterday | 509 |
![]() | This month | 2407 |
You are here: Home
Aug
27
2008
| Dokter Hewan Internasional Konferensi di IPB |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Wednesday, 27 August 2008 | |||||||
|
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB bekerjasama dengan Indonesian Veterinary Medical Association (IVMA) menggelar ajang bertaraf internasional yakni the 3th Meeting on the Asian Zoo/Wildlife Medicine and Conservation (AZWMC) 2008 dan the 10th National Veterinary Scientific Conference (KIVNAS) of Indonesian Veterinary Medical Association 2008 di IPB Internasional Convention Center (IICC) (19-21/8).
Dengan mengusung tema Unity in Biodiversity, AZWMC merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang digelar di Thailand (2006) dan Taiwan (2007), sedangkan KIVNAS merupakan event konferensi peneliti veteriner nasional yang digelar secara regular oleh IVMA. Dari dua pertemuan sebelumnya, telah ditentukan bahwa ke depannya pertemuan ini akan digelar setiap dua tahun di negara-negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Tenggara termasuk Thailand, Indonesia dan Malaysia dengan mengusung tema yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh tiap-tiap negara tersebut. “Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara beberapa pihak dengan latar belakang yang berbeda, yakni peneliti, pengusaha, dan praktisi dalam bidang kedokteran hewan, biologi, ekologi, pathologi, epidemiologi, primatologi dan lainnya,” ujar Ketua Panitia Dr. drh. M. Agil, M.Sc. Agr. “Dengan diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai negara yakni USA, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Philipina, Australia, Belanda dan juga Indonesia, ajang seperti ini akan menjadi kesempatan yang sangat bagus untuk bertukar pengalaman,” tambahnya. Kehadiran peserta yang sebagian besar adalah para dokter hewan dari berbagai wilayah di Indonesia dan juga dari luar negeri menunjukkan bahwa, suatu forum ilmiah sebagai ajang berkumpulnya para intelektual terkait bidang veteriner diperlukan dan tinggi manfaatnya untuk mencari berbagai informasi serta solusi dalam permasalahan nasional dan internasional. "Kita saling mengingatkan akan adanya berbagai rambu-rambu moral yang mengikat profesi kedokteran dalam mewujudkan kesehatan bagi manusia, hewan dan lingkungan,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Drh. Wiwiek Bagja. Sementara itu, Dekan FKH IPB, Dr. drh (vet) I Wayan Teguh Wibawan, MS mengatakan IPB bertanggungjawab untuk mengambil langkah yang nyata dalam meningkatkan profesionalitas lulusan kedokteran hewan. Kedokteran hewan menjadi lebih penting seiring banyaknya penularan dari penyakit hewan, permintaan kualitas keamanan pangan, profesionalisme dalam perlindungan satwa liar dan konservasi ilmu kedokteran. (suara merdeka) Tags: Berita Terbaru Dokter Hewan Internasional Konferensi di IPB
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- Anjing selamatkan wanita tua
- anjing dapat menyebabkan kanker pada manusia
- Alergi Kucing Bisa Sebabkan Asma
- Larangan Impor Induk Ayam Dicabut
- Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT
- Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih
- Ancaman Penyakit Pandemi Jemberana
- Bocah Tewas Digigit Anjing
- Ekskavasi Fosil Tengkorak Mammoth Langka
- Amukan Gajah Belum Teratasi di Aceh Jaya
- Dusun Sanden Terserang Flu Burung
- Sapi Grobogan pun hidup susah
- Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar
- Ilmuan Penyebar Anthrax Bunuh Diri
- Gagak "yang mengira dirinya seekor anjing"
- Karapan Kelinci Mulai Populer Di Madura
- Memasukkan Hewan ke Kalbar Harus Izin Gubernur
- Pengusutan Trenggiling Diperkirakan 10 Hari
- Ikan dan Udang Tahan Hidup di Kedalaman 2.300 Meter
- Stasiun Karantina Cilacap Musnahkan Sapi Impor Selandia Baru
- Spesies Ular Terkecil Ditemukan di Barbados
- Hadapi Jamur, Katak Pun Berjemur
- Katak Afrika Keluarkan Cakar Saat Terancam Bahaya
- Lele Vampir Ditemukan di Hutan Tropis Guyana
- Kebutuhan Ayam dan Telur Naik
- Gajah Liar Rusak Kebun Singkong
- Ikan di Daerah Antartika Antibeku
- Anjing pun bisa kesal
- Liger, Kucing Terbesar di Dunia
- Anjing Kecanduan Celana
- Anjing serang bayi perempuan
- Pemkot Lampung Anggarkan Rp300 juta Untuk RPH
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Langka di Internet
- Google Ungkap keunikan Sapi
- Fosil Hewan Berusia 700 Ribu Tahun Ditemukan di Sragen
- kenapa lalat sulit dipukul?
- Burung Hantu Untuk Basmi Tikus
- Marhaban Ya Ramadhan
- Pedagang Minta Distan Lakukan Razia Daging Glonggongan
- Petugas Medan Sita Orangutan
- Kondisi Tiga Pasien Dugaan Flu Burung Membaik
- Kurangi daging demi lingkungan
- Gajah pemadat jalani rehab
- Peternak cilik di Inggris
- Pelukan tenangkan simpanse
- Radiasi Ponsel Turunkan Populasi Burung?
- Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga
- AS Imbau Hindari Susu Formula Buatan Cina
- Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa
- Lima Lumba-lumba Terdampar di Pantai Brebes
- Dua Lumba-lumba Dilepas Kembali ke Laut
- Tiga Ekor Gajah Liar Mati Saat Ditangkap
- WWF Minta Aparat Usut Kematian Dua Gajah Sumatera
- Burung Cicak Daun di TN Gunung Halimun Terancam Punah
- Taman Burung Bakal Dibangun di Benteng Somba Opu
- Simpanse Lebih Suka Makanan yang Dimasak
- Hati Manusia Bisa Diganti Hati Babi
- Australia Klasifikasi 113 Spesies Baru Ikan Hiu dan Pari
- Babi Wariskan Gen Menyala dalam Gelap
- Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa
- Eureka semut asal planet mars
- Daftar Produk Susu dan Makanan China Yang Dilarang beredar
- Brachylophus bulabula, spesies baru iguana
- Hiu Perawan Virginia Lahirkan Anak
- Atasi kotoran anjing dengan DNA
- Tujuh Ekor Orangutan Tiba di Jambi
- Lindungi populasi gajah dengan SMS
- Ilmuwan Desak Diberlakukannya Larangan Penangkapan Ikan Hiu
- Ikan Segar Picu Inflasi
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Maraknya Telur Melamin
- Wall-Mart Tarik Telur China
- Melanin Dalam Telur
- Telur China Tercemar Melamin
- YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
- BBPOM Bali Memusnahkan Makanan Bermelamin
- BPOM Memusnahkan Produk Bermelanin
- Mazoola Datangkan 20 Satwa Afrika ke Lamongan
- Semut Pedalaman Lebih Suka Garam
- Ngengat Vampir Ditemukan di Siberia
- Belalang Ranting Serangga Terpanjang
- 1.500 Anjing Mati Keracunan Melamin
- RPU Bengkulu Dibubarkan
- Itik Bengkulu Dipatenkan
- jaminan 1 milyar, Pelihara Hewan Langka Jadi Legal
- 3 macan lepas dari truk
- AWAS, Daging Kimia Beredar!
- Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
- Sapi Kaki Lima Dihargai 100juta
- Bertambah Lagi Korban Akibat Rabies
- Kasus rabies, di Kabupaten Ende
- Anjing Rabies Gigit Ratusan Warga Flores
- Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
- Belasan Ribu Anjing di Kalteng Belum Divaksin Rabies
- Telur Afkir Bukan Telur Bermelanin
- Konsumsi Telur Masih Rendah
- Gas Buangan Kanguru Hambat Pemanasan Global
- Mengganti Sapi dengan Kanguru, Cegah Pemanasan Global
- Genetika Kanguru Serupa Dengan Manusia
- BPOM Gorontalo Minta Susu Qashmir Ditarik
- Kawanan Lutung Bertamu ke Rumah Penduduk
- Harimau Sumatera Mangsa Ternak
- Bali, Puluhan Anjing Dimusnahkan
- 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax
- Sekuensing Virus AI Dari Lalat Dan Ayam
- Mengatasi wabah rabies di Bali
- Bali, 196 Ekor Anjing Dimusnahkan
- Dari Sapi Bali Lahir Sapi Unggul























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...