| Penjual Telur Asin di Jalur Pantura Disidak |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Thursday, 05 March 2009 | |||||||
|
Balai Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewasn Pemprov Jateng melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap puluhan pedagang telur asin yang berjualan di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Brebes. Tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi makanan asal hewan yang terkena penyakit zoonosis dan memantau pemakaian bahan makanan berbahaya. Dalam sidak itu, tim mengambil ratusan sempel telur asin mentah dan matang dari pedagang. Tim juga mengambil sempel daging sapi, ayam dan kambing dari pedagang di Pasar Induk Brebes. Sempel-sempel itu akan diteliti di laboratorium Balai Pelayanan Kesmavet di Boyolali. Kepala Balai Pelayanan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Proprov Jateng, drh Siswiyatun menjelaskan, sidak pemeriksaan produk makanan asal hewan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan. Terutama, dari zoonosis atau penyakit dari hewan yang bisa menular ke manusia, dan kandungan bahan makanan berbahaya. “Bakteri yang perlu diwaspadai adalah salmonela. Sebab, bakteri ini bisa menyebabkan orang yang mengkonsumsi diaera dan keracunan. Salmonela ini bisa ditemukan di telur yang terlalu lama disimpan,” terangnya di sela-sela kegiatan. Menurut dia, sidak itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit berbahaya. Sehingga, masyarakat dapat mengkonsumsi bahan makanan asal ternak yang aman, sehat, utuh dan halal. "Sempel yang kami ambil ini akan kami periksa secara fisik, kimiawi dan pemeriksaan mikroba," jelasnya. Kasi Pengujian Bahan Asal Hewan Balai Pelayanan Kesmavet, Saiful Latif mengatakan, pemeriksaan itu untuk mengetahui jumlah total kandungan bakteri atau total klatecoun baik pada telur maupun daging hewan. Khusus daging ayam, pemeriksaan difokuskan pada kandungan residu antibiotik salmonalesis. “Selain total klatecoun, kami juga periksa kandungan kalifom, ecoli dan salmonalesis," ujarnya. Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Peternakan Pemkab Brebes, drh Jhoni Murahman mengungkapkan, total sempel telur yang diambil sebanyak 102 butir. Yakni, 49 telur itik mentah, 26 telur itik mentah yang sudah diasinkan, dan 27 butir telur itik matang yang sudah diasinkan. Selain itu, 7 sempel daging sapi, 11 sempel daging ayam dan 8 sempel danging kambing. "Jika ditemukan produk ternak yang tidak sehat dan halal, penjual dapat dikenai UU tentang produk makanan. Produknya juga bisa ditarik dari peredaran,” jelasnya. Tags: kesmavet telur asin sidak zoonosis
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |







![]() | Today | 1209 |
![]() | Yesterday | 852 |
![]() | This month | 17223 |
Thanks Admin,artikelnya bagus, menamb...
waspada gan!!!