| 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Saturday, 06 December 2008 | |||||||
|
Hasil uji klinis atas basil yang ada pada sampel kotoran pasien suspeck anthrax di Boyolali memastikan kebenaran dugaan bahwa dua pasien yang telah dirawat di rumah sakit di Boyolali positif terserang anthrax. Kesimpulan awal itu didasarkan pada hasil uji klinis laboratorium di RSUD Pandan Arang Boyolali, sedangkan kesimpulan finalnya masih menunggu hasil uji klinis dari Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang.
Kuman anthrax diduga muncul lagi di Boyolali setelah tahun 1990-an menyerang kawasan peternakan Nandi Amerta Agung (NAA) dan menewaskan warga di Desa Kopen. Hal itu mengakibatkan sapi impor milik warga dan di lokasi peternakan NAA mati. Pekan lalu, dua orang anak juga dilaporkan terserang anthrax. Pihak Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali mengatakan, sampai saat ini masih menunggu hasil uji klinis dari BLK Semarang. "Uji klinis di Laboratorium RSUD Pandan Arang sudah positif anthrax. Tetapi semuanya masih menunggu konfirmasi dari BLK Semarang. Sekitar sepekan lagi mungkin sudah dapat diketahui hasilnya," ujar dr Suwito DSA, dokter anak di RS PKU Aisyiyah Boyolali Jumat (5/12). Menurutnya, uji klinis yang dilakukan di rumah sakit itu dimaksud untuk mengetahui jenis kuman lebih awal. Namun untuk lebih memastikan bahwa pasien mengidap kuman anthrax, hasilnya akan dicocokkan dengan hasil laboratorium. "Setiap uji klinis di rumah sakit memang harus dicocokkan dengan hasil uji klinis laboratorium," tegas Dokter Suwito. Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sub Din Peternakan DPKP Klaten, Triyanto mengatakan, hingga kini di wilayah Kabupaten Klaten belum ditemukan penyakit anthrax. Dari hasil inspeksi mendadak yang dilakukan tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) ke sejumlah pasar hewan, Rabu (3/12), belum ditemukan hewan yang terjangkit penyakit tersebut. Selain itu tim juga belum menemukan tanda-tanda penyakit zoonosis seperti cacing hati, yang bisa menular ke manusia. Tim yang dipimpin oleh Kasubdin Peternakan, Sri Muryani, juga memeriksa kesehatan rongga mulut hewan kurban, kambing yang dijual di sejumlah pasar hewan. Tim juga memeriksa lidah dan air liur, untuk mendeteksi dini kemungkinan tanda-tanda penyakit zoonosis. Operasi melibatkan sebanyak 8 petugas terdiri para dokter hewan dan petugas RPH. Pengawasan Hewan Menjelang Idul Adha ini, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali juga membentuk tim pengawas hewan kurban untuk mengantisipasi kemungkinan adanya hewan kurban yang tidak sehat di pasaran. Tim diterjunkan di 19 kecamatan untuk mengecek kesehatan semua hewan kurban. Setiap kecamatan ada tiga personel ditambah satu anggota dari Dinas Peternakan dan Perikanan. Mereka mulai bergerak secara intensif melakukan pemeriksaan pada dua hari menjelang hari raya kurban.(KR) Tags: Berita Terbaru Berita Peternakan 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax kasus antrax
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |








![]() | Today | 177 |
![]() | Yesterday | 1670 |
![]() | This month | 7252 |
kami membutuhkan info perusahaan peny...
Mohon maaf sebelumnya. Hendaknya kata2 vir...