eXTReMe Tracker
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Pilih Bahasa:


Login

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday200
mod_vvisit_counterYesterday518
mod_vvisit_counterThis month2607
You are here: Home arrow Berita Terbaru arrow Berita Peternakan arrow AWAS, Daging Kimia Beredar!

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Nov 14 2008
AWAS, Daging Kimia Beredar! PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Friday, 14 November 2008
Bahan pangan mengandung zat kimia nitrit dan nitrat dengan kadar melebihi ambang batas kesehatan disinyalir banyak beredar luas di wilayah Kabupaten Blitar. Senyawa kimia ini biasanya banyak digunakan untuk campuran bahan makanan berbahan dasar daging. Seperti daging sapi, dendeng, daging ayam dan sosis.
Teknisnya, dengan cara melumurinya. Zat ini berfungsi agar daging terlihat lebih segar. Padahal, penggunaan senyawa nitrit dan nitrat melebihi batas kewajaran berefek samping rasa mual, pusing dan muntah.

Untuk jangka panjang, konsumen terancam mengidap penyakit carsinogen atau kanker organ tubuh. Keterangan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (kadinkes) Kabupaten Blitar Widyastuti. Menurut dia, hal ini terungkap adanya kasus keracunan puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Gandusari beberapa waktu lalu.

"Dari hasil uji laboratorium menunjukkan paket sampel makanan yang dikonsumsi siswa Gandusari mengandung bahan kimia nitrit dan nitrat. Dan makanan ini disinyalir juga beredar luas di pasaran, " ujarnya kepada Sindo, Kamis (13/11/2008).

Nitrit dan nitrat, jelas Widyastuti, secara medis bukan termasuk bahan pewarna yang terlarang. Hanya saja, pihak medis memberi batasan jumlah kadar yang biasa digunakan.

Celakanya, sebagian besar masyarakat kurang memahaminya sehingga menggunakan bahan itu secara berlebihan.

"Sesuai aturannya, nitrit boleh digunakan maksimal 125 mg untuk bahan sebanyak 1 Kg. Begitu juga dengan nitrat maksimal 500 mg untuk setiap bahan 1 kg. Namun realitanya masyarakat sering menggunakannya secara berlebihan, ini yang sekarang menjadi fokus pantauan kita," terangnya.

Dari inventarisir Dinkes Pemkab Blitar, produksi makanan semacam sosis dan sejenisnya, yang ditengarai mengandung bahan kimia ini ada di daerah Slorok Kecamatan Doko.

Produsen makanan ini memiliki 25 orang pengecer yang bergerak menjual produknya di masyarakat.

Menurut Widyastuti selain memberikan pembinaan, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan dinas lain untuk melakukan sosialisasi tentang bahanya makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya ini.

"Misalnya dengan Dinas Pendidikan, meminta para siswa siswinya untuk tidak mengkonsumsi makanan secara sembarangan," pungkasnya.

Tags:  Berita Terbaru Berita Peternakan AWAS Daging Kimia Beredar daging kimia daging berbahaya
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
Creative Commons License