| Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Wednesday, 23 July 2008 | |||||||
|
Wakil Bupati Boyolali Seno Samudra meminta rakyatnya tidak panik. Sebab meski dana anggaran air terbatas, Pemkab terus berupaya memintakan bantuan air ke Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat.
Selain itu pemerintah kabupaten juga berusaha keras melakukan langkah penyelamatan agar kebutuhan air di wilayah sentra ternak sapi perah di kecamatan Musuk, lereng Gunung Merapi tetap aman dan tidak terganggu proses produksi susunya. "Pemkab tidak akan membiarkan rakyatnya kehabisan air.Selain anggaran Rp 250 juta untuk air, kami terus kerja keras carikan bantuan dari luar, baik dari Pemrpov Jateng melalui Bakorlin II. Bahkan beberapa hari lagi bantuan 4 truk tangki air dari pemerintah pusat datang, untuk memperlancar dropping ke daerah terpencil dan juga menjaga kebutuhan air untuk ternak sapi perah yang menjadi andalan Boyolali " sergah Seno kepada Media Indonesia di Boyolali, kemarin. Menurut dia, wilayah utara seperti Juwangi, Wonosegoro, Karanggede, Kemusu, Sambi dan Klego dan tujuh kecamatan lainnya merupakan daerah kering dan sulit air jika musim kemarau datang. Dari peninjauannya ke lapangan, selain kesulitan air, permasalah lain yang harus dihadapi adalah munculnya gangguan penyakit infeksi saluran pernafasan atas dan kemungkinan diare. Dia paparkan, para camat telah diminta untuk koordinasi dengan Pemkab, agar persoalan ketersediaan air yang sangat minim di wilayah utara dapat dipantau dengan seksama, sehingga kekurangan bisa cepat digelontorkan sebelum rakyat benar-benar kehabisan air. Terutama sejumlah desa di kecamatan Wonosegoro seperti desa Gunungsari, Bangle, Gilirejo yang tiap sore ratusan penduduknya antri untuk mendapatkan air di dasar sungai yang sudah mengering, dengan jalan membuat kubangan untuk mendapatkan umbul air yang tidak seberapa. " Pemkab juga terus memantau kebutuhan air untuk ternak sapi perah di wilayah peternakan Musuk, yang selama ini menjadi andalan perekonomian petani setempat dan sekaligus kebanggaan Boyolali. Kebutuhan air untuk sapi itu sangat perlu, karena air itu untuk campuran konsentrat sehingga susu yang dihasilkan baik, sehingga ketika sampai di GKSI ( Gabungan Koperasi Susu Indonesia ) Jateng harganya bisa naik," imbuhnya. Data yang diperoleh Media Indonesia menyebutkan, saat ini setidaknya ada sekitar 20 ribu ekor sapi perah dikelola oleh petani susu Musuk.Sisanya 39 ribu ekor sapi perah berada di kecamatan Cepogo, Mojosongo, Ampel, Selo, dan Teras. Dari jumlah populasi sapi sebesar itu, bisa menghasilkan sekitar 80 ribu liter per hari. "Saat ini petani susu memang harus ditolong, karena selain terganggu dengan ketersediaan air, ternyata masih diganggu oleh listrik, sehingga upaya pendinginan menjadi gagal dan susu menjadi busuk," tutur ketua GKSI Jateng, Kuncoro yang menyayangkan pemadaman bergilir dari PLN belakangan ini. sumber:mediaindonesia Tags: Berita Terbaru Select Category Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |







![]() | Today | 281 |
![]() | Yesterday | 983 |
![]() | This month | 9282 |
Thanks Admin,artikelnya bagus, menamb...
waspada gan!!!