Pusat Kesehatan Hewan | Animals Health Care Center

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Wednesday, 23 July 2008
Penyakit brucellosis atau gugur kandungan ternak sapi masih mengancam ternak di Pulau Timor, khususnya di wilayah Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara (TTU), namun wilayah peternakan sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kupang perlu juga waspada.

"Untuk TTS dan Kupang sedikit sekali jumlahnya, namun perlu terus diwaspada dengan pemberian vaksinasi secara teratur agar tidak tertular seperti peternakan sapi di Belu dan TTU," kata Kepala Laboratorium Kesehatan Hewan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Drh Artaty Lousana di Kupang, Jumat.

Selain penyakit tersebut, penyakit hewani lainnya seperti Antrax juga masih eksis yang perlu terus dicegah dengan pemberian vaksinasi secara teratur oleh Dinas Pertenakan di masing-masing kabupaten.

Daratan Pulau Timor dan Sumba merupakan wilayah pengembangan ternak besar dan sedang di NTT sehingga perlu diwaspadai dengan masuknya ternak-ternak sapi dari luar yang kemungkinan membawa hama penyakit yang tidak terdeteksi sebelumnya.

"Lalu lintas penyebaran ternak perlu juga diwaspadai oleh masing-masing dinas di wilayah kerjanya karena penyakit tersebut mudah menyebar dan cepat menular," katanya.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih periode 2008-2013, Frans Lebu Raya dan Esthon L Fonay dalam program kerjanya untuk lima tahun ke depan telah memberi prioritas khusus bagi pengembangan ternak di daratan Pulau Timor dan Sumba.

Kedua wilayah ini, dalam pencermatan dan analisa mereka, cocok untuk pengembangan ternak besar dan sedang, sedang wilayah Flores dan Alor serta Rote bagi pengembangan pertanian dan hortikultura.

Pengembangan pertanian di daratan Pulau Timor dan Sumba kurang memberikan hasil yang maksimal karena wilayahnya kurang cocok untuk pengembangan potensi dimaksud. Demikian pun halnya dengan Flores, Alor dan Rote.

Prioritas pengembangan ternak tersebut untuk mengembalikan kejayaan NTT sebagai salah satu gudang ternak di Indonesia yang kini mulai surut karena "pemaksaan" program kerja yang tidak tepat sasaran dengan potensi daerah.
 
sumber: mediaindonesia 

Tags:  Berita Terbaru Berita Terbaru Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
 monika andriani
 ditha ayuningtias anggraini
 Hans Renhoard
 meutia kharisma
 Alipio De Almeida
 Anggita Permatasari
 usman jalaluddin
 Yayan Taufiq Hidayat
 kornellius rejauw rejauw
 Pullet pkp
 junie suryaningsih
 ARGA SAWUNG KUSUMA
 claudia jonathan
 diky krisnanda
 ali
 mustari thock
 syarifuddin hidayat
 vivie bdk
 bintang kamdoro
 sulendra power
 winanda nugraha
 tya asror
 iwin darwis
 zul azmi
 Agam Yuda
 Tarisma Wardhani
 Abrit Cinde
 stephen christianto
 monika andriani
 Praya Ibrahim
 rakhmat hidayat
 Taufiq Nusa
 admin
 meutia kharisma
 makmun abdullah
 drh Christina

Pilih Bahasa:


Login

Find Us On Facebook

www.vet-klinik.com on Facebook
www.vet-klinik.com on Facebook

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday810
mod_vvisit_counterYesterday1269
mod_vvisit_counterThis month39248


eXTReMe Tracker