Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 137 |
![]() | Yesterday | 518 |
![]() | This month | 2544 |
You are here: Home
Berita Terbaru
Berita Peternakan
Hati Hati Makan Daging Tidak Matang
Berita Terbaru
Berita Peternakan
Hati Hati Makan Daging Tidak Matang
Nov
12
2008
| Hati Hati Makan Daging Tidak Matang |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Wednesday, 12 November 2008 | |||||||
|
Kasus diare yang menimpa ratusan orang, di Desa Raburia, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur pekan lalu pemicu utamanya diketahui berasal dari daging kuda dan babi yang dikonsumsi oleh warga setempat.
Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, kimia, dan bakteriologis yang dilakukan oleh pihak Laboratorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende. Pemicu utama kasus diare itu daging kuda dan babi yang dimasak kurang matang. "Dari pemeriksaan laboratorium pada sampel ditemukan angka kuman sangat tinggi, yang seharusnya nol, " kata Kepala Seksi Laboratorium Kesehatan Lingku ngan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Petrus H Djata, Rabu (12/11), di Ende. Petrus menjelaskan, dari pemeriksaan pada sampel daging kuda ditemukan 232.000 kuman, sedangkan pada sampel daging babi terdapat 8.700 kuman. Sementara dari sampel air bersih ditemukan bakteri Coliform sebanyak 240 kuman, dan dari sampel air minum terdapat 96 bakteri Coliform. Sedangkan dari pemeriksaan usap dubur terhadap dua penderita, semuanya ditemukan bakteri Clostridium perfrigiens. Ada pun kasus itu terjadi berawal dari hajatan yang dilakukan oleh salah satu kelua rga di Desa Raburia, yang memperingati anggota keluarga yang meninggal hari Minggu (2/11). Pihak keluarga untuk menjamu tamu lalu menyembelih seekor kuda dan babi. Daging kuda itu kemudian disajikan berupa sup. Warga umumnya mulai mengonsumsi sup daging kuda itu hari Senin (3/11), yaitu pada hari pemakaman. Sementara sejumlah warga mulai men galami muntah dan menceret hari Selasa (4/11) malam. Jumlah penderita diare itu sejak kejadian terus bertambah, hingga hari Senin (10/11) lalu mencapai 233 orang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...