| Mimika Waspadai Rabies dari Maluku |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Thursday, 10 July 2008 | |||||||
|
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua saat ini mewaspadai penularan penyakit rabies dari Maluku yang sudah positif tertular.
"Dilihat dari jarak dan letak geografis, Timika sangat dekat dengan sejumlah daerah di kepulauan Maluku, apalagi Timika merupakan salah satu pintu masuk ke Papua," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Ir John Wicklif Tegai melalui Kasubdin Kesehatan Hewan Drh Sabelina Fitriani, di Timika, Kamis. Sehubungan dengan itu, Disnak Mimika terus menggiatkan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Papua No 4 Tahun 2006 tentang Larangan Pemasukan Anjing, Kucing dan Kera ke Papua. Di sisi lain, kata Sabelina, pengawasan di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Paumako Timika akan diperketat bekerjasama dengan pihak Karantina Hewan dan pihak KP3 Laut Polres Mimika. Menurut Sabelina, wilayah Mimika sangat rentan dari ancaman penyakit rabies lantaran maraknya aktivitas transportasi barang dan orang yang keluar masuk Pelabuhan Paumako. Selain itu, hampir sebagian besar kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika tidak terawasi dengan baik. "Kapal-kapal kayu dan angkutan masyarakat kadang-kadang merapat ke kampung-kampung pedalaman. Kegiatan mereka sama sekali tidak terawasi oleh petugas," tutur Sabelina sembari menambahkan kasus penularan penyakit rabies ke daerah Maluku juga melalui media perantara kapal-kapal nelayan. Selain kasus rabies , Pemkab Mimika juga terus mewaspadai merebaknya kembali kasus hog cholera (kolera babi) dan Avian Inluensa (flu burung). Kendati dari hasil uji laboratorium belum lama ini menunjukan hasil negatif, namun kedua penyakit tersebut dianggap sangat riskan untuk merebak kembali. Penyakit kolera babi pernah menyerang wilayah Mimika sekitar tahun 2004 dan 2007 lalu yang menyebabkan kematian ribuan ekor babi milik masyarakat. Sementara itu penyakit flu burung juga pernah menyerang wilayah Mimika tahun 2006. Saat itu Disnak Mimika memusnahkan sekitar 700 ekor ayam di sekitar kota Timika. Untuk mengantisipasi merebaknya kembali penyakit kolera babi, Disnak Mimika telah mendistribusikan 5000-7000 vaksin ke masyarakat pemilik ternak. Disnak Mimika juga memperketat pemasukan daging babi kiriman dari luar daerah. Pengusaha yang memasukan daging babi, ayam dan telur harus menyertai surat keterangan kesehatan hewan di daerah asal. "Kalau tanpa surat tersebut, kita akan tolak," kata Sabelina. Dua pekan lalu, Disnak Mimika memusnahkan 12 ekor ayam kampung dewasa yang dibawa penumpang kapal dari Maluku. Tags: Berita Terbaru Berita Pets Animals Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |








![]() | Today | 1672 |
![]() | Yesterday | 2143 |
![]() | This month | 17575 |
kami membutuhkan info perusahaan peny...
Mohon maaf sebelumnya. Hendaknya kata2 vir...