| Diduga Rabies Monyet Serang Manusia |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Tuesday, 14 April 2009 | |||||||
|
Jambi, Dua anak dirawat di RSU Mayjen A Thalib Sungai Penuh, Kerinci, Provinsi Jambi, akibat diserang seekor monyet (Macacca fascicularis). Kedua pasien tersebut akan diobservasi selama sepekan sebelum ditetapkan apakah keduanya terinfeksi rabies atau tidak, setelah itu baru akan dilakukan penanganan lanjutan.
Hal itu dikatakan Direktur Utama RSU Mayjen A Thalib Dr Noviar saat dihubungi dari Jambi, Senin (13/4). Kedua anak itu, Anisa (6 tahun) dan kakaknya berusia sekitar 7 tahun, Sabtu, digigit monyet di sekitar permukiman mereka di Desa Aur Duri, Kecamatan Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Menurut Noviar, pihaknya belum menemukan tanda-tanda infeksi rabies . Sebagai antisipasi, kini keduanya diberi serum antitetanus. ”Kami langsung lakukan penanganan bedah di bagian tubuh yang digigit karena ada otot yang putus,” ujarnya. Saat ini masyarakat dihimbau menjauhi satwa liar yang kerap mendekati area permukiman. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi Didy Wurjanto mengatakan, ”Monyet ini satwa peliharaan yang lepas. Melihat sikapnya yang agresif menggigit manusia, kemungkinan besar dia terinfeksi rabies ,” ujar Didy. Mantan penyidik penyakit hewan, drh Soeharsono, menyatakan, hewan yang terinfeksi virus rabies biasanya mengalami perubahan perangai, menjadi lebih agresif. Bila mulai menggigit dan menularkan virus, itu merupakan terminal akhir hidupnya. Jadi, dalam dua pekan setelah menggigit, hewan yang terinfeksi rabies biasanya akan mati. Tim BKSDA kini masih memburu monyet penggigit itu. Menurut Didy, saat ini ada sekumpulan monyet di dekat permukiman yang masih berkeliaran. Dikhawatirkan, mereka terinfeksi rabies. Warga yang memelihara monyet disarankan membawa satwa itu ke dinas peternakan setempat untuk divaksin. Pihaknya juga meminta masyarakat tidak memburu monyet dengan anjing pemburu. ”Bisa repot. Kalau monyet dibantai ramai-ramai dengan anjing, anjingnya bisa terkontaminasi rabies,” ujarnya. Menurut Soeharsono, hewan yang diduga terinfeksi rabies harus segera ditangkap lalu dikarantina dan dipantau selama dua minggu. ”Bila langsung dibunuh, sulit diketahui apakah terkena rabies atau tidak karena jumlah virus dalam saraf belum banyak sehingga hasilnya bisa negatif atau tak terdeteksi.”(kompas) Tags: rabies monyet Macacca fascicularis Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |







![]() | Today | 804 |
![]() | Yesterday | 1124 |
![]() | This month | 22108 |
Thanks Admin,artikelnya bagus, menamb...
waspada gan!!!