| Orang Utan Pun Butuh Kasih Sayang |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Monday, 16 February 2009 | |||||||
|
Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak pemerintah untuk segera menangani pelanggaran atas kejahatan orangutan. Kasus kekejaman dan kejahatan terhadap satwa yang terancam punah ini masih sering terjadi karena belum ada tindakan tegas dari pihak-pihak yang berwenang.
Orangutan sering dipelihara oleh masyarakat dalam kondisi buruk dan tidak sejahtera. Orangutan seringkali dirantai, ditempatkan dalam kandang-kandang sempit, kekurangan nutrisi, sakit, dan stres. “Layaknya manusia, orangutan juga membutuhkan kasih sayang. Manusia seringkali masih memburu, memelihara, bahkan memperdagangkannya. Padahal, untuk menyayanginya cukup dengan membiarkan orangutan hidup bebas di alam liar, bukannya memeliharanya di kandang,” ujar Seto Hari Wibowo, Juru Kampanye Orangutan COP, dalam keterangan pers yang diterima Suara Merdeka CyberNews, Senin (16/2). Menurut dia, orangutan yang berada di luar habitat alaminya harus hidup dalam dimensi yang terbatas dan kebutuhannya tercukupi. Orangutan kerapkali kekurangan makanan, ruang jelajah, partner, sifat sosial dan fasilitas, maka sudah menjadi keharusan melengkapi kandang dengan kebutuhan materi yang cukup. Kebun binatang yang modern sudah meninggalkan sistem kandang untuk diganti dengan sistem terbuka (enclosure) dengan pengkayaan kandang didalamnya. Di sisi lain, keberadaan orangutan di habitat aslinya terancam karena pembabatan hutan dalam skala besar. COP menilai kondisi ini dapat memicu kasus-kasus perburuan, pemeliharaan, hingga perdagangan. “Perusahaan-perusaha an perusak hutan tidak pernah memikirkan dampak yang dihasilkan dari usahanya membuka lahan. Orangutan dan satwa liar penghuni hutan yang selalu menjadi korbannya,” ujar Seto. Setidaknya, lanjut dia, saat ini terdapat 641 orangutan yang masuk ke pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng dan 224 orangutan BOS Samboja Lestari di Kalimantan Tengah. Sebagian besar orangutan yang dibawa ke Pusat Rehabilitasi ditemukan di perkebunan kelapa sawit. Diperkirakan 1700 s/d 8600 ekor orangutan telah terbunuh di perkebunan kelapa sawit.(Cybernews) Tags: Borneo Orangutan Survival Centre for Orangutan Protection
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |








![]() | Today | 2484 |
![]() | Yesterday | 3838 |
![]() | This month | 62569 |
kami membutuhkan info perusahaan peny...
Mohon maaf sebelumnya. Hendaknya kata2 vir...