Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 149 |
![]() | Yesterday | 518 |
![]() | This month | 2556 |
| Semut Pedalaman Lebih Suka Garam |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Tuesday, 04 November 2008 | |||||||
|
Coba perhatikan perilaku semut di sekitar rumah Anda. Pisang goreng atau kerupuk di atas meja makan yang notebene tidak manis apakah tetap dikerumuni seperti halnya sejumput gula atau sirup yang tumpah.
Kenyataannya sebagian koloni semut bahkan lebih menyukai garam daripada gula. Setidaknya perilaku ini terlihat pada semut-semut yang tinggal di pedalaman yang jauh dari laut. "Ketertarikan terhadap garam meningkat seiring jarak dari laut," ujar Profesor Robert Dudley, salah satu peneliti dari Universitas California Berkeley, AS. Kesimpulan tersebut diambil setelah Dudley dan koleganya dari Universitas Arkansas Little Rock (UALR) dan Universitas Oklahoma membandingkan sejumlah populasi semut di Amerika. Mereka mempelajari perilaku semut dari Amerika Tengah, Selatan, dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda. Semut yang hidup di habitat berjarak 96 kilometer dari garis pantai ternyata lebih suka larutan garam satu persen daripada larutan gula 10 persen. Kecenderungan ini tampak sekali pada semut pemakan daun daripada semut pamakan daging, seperti semut merah. Semut pemakan daun mungkin membutuhkan asupan garam tambahan lebih banyak karena tidak memperoleh sebanyak semut pemakan daging. Alasan ini sama halnya dengan seekor bison, kijang, atau badak yang suka menjilat tanah untuk menambah asupan garam. Sementara hewan pemakan daging seperti singa gunung dan srigala tidak melakukannya karena sudah cukup mendapatkan garam dari mangsanya.(kompas) Tags: Berita Terbaru Berita Satwa liar Semut Pedalaman Lebih Suka Garam
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- Anjing selamatkan wanita tua
- anjing dapat menyebabkan kanker pada manusia
- Alergi Kucing Bisa Sebabkan Asma
- Larangan Impor Induk Ayam Dicabut
- Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT
- Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih
- Ancaman Penyakit Pandemi Jemberana
- Bocah Tewas Digigit Anjing
- Ekskavasi Fosil Tengkorak Mammoth Langka
- Amukan Gajah Belum Teratasi di Aceh Jaya
- Dusun Sanden Terserang Flu Burung
- Sapi Grobogan pun hidup susah
- Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar
- Ilmuan Penyebar Anthrax Bunuh Diri
- Gagak "yang mengira dirinya seekor anjing"
- Karapan Kelinci Mulai Populer Di Madura
- Memasukkan Hewan ke Kalbar Harus Izin Gubernur
- Pengusutan Trenggiling Diperkirakan 10 Hari
- Ikan dan Udang Tahan Hidup di Kedalaman 2.300 Meter
- Stasiun Karantina Cilacap Musnahkan Sapi Impor Selandia Baru
- Spesies Ular Terkecil Ditemukan di Barbados
- Hadapi Jamur, Katak Pun Berjemur
- Katak Afrika Keluarkan Cakar Saat Terancam Bahaya
- Lele Vampir Ditemukan di Hutan Tropis Guyana
- Kebutuhan Ayam dan Telur Naik
- Gajah Liar Rusak Kebun Singkong
- Ikan di Daerah Antartika Antibeku
- Anjing pun bisa kesal
- Liger, Kucing Terbesar di Dunia
- Anjing Kecanduan Celana
- Anjing serang bayi perempuan
- Dokter Hewan Internasional Konferensi di IPB
- Pemkot Lampung Anggarkan Rp300 juta Untuk RPH
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Langka di Internet
- Google Ungkap keunikan Sapi
- Fosil Hewan Berusia 700 Ribu Tahun Ditemukan di Sragen
- kenapa lalat sulit dipukul?
- Burung Hantu Untuk Basmi Tikus
- Marhaban Ya Ramadhan
- Pedagang Minta Distan Lakukan Razia Daging Glonggongan
- Petugas Medan Sita Orangutan
- Kondisi Tiga Pasien Dugaan Flu Burung Membaik
- Kurangi daging demi lingkungan
- Gajah pemadat jalani rehab
- Peternak cilik di Inggris
- Pelukan tenangkan simpanse
- Radiasi Ponsel Turunkan Populasi Burung?
- Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga
- AS Imbau Hindari Susu Formula Buatan Cina
- Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa
- Lima Lumba-lumba Terdampar di Pantai Brebes
- Dua Lumba-lumba Dilepas Kembali ke Laut
- Tiga Ekor Gajah Liar Mati Saat Ditangkap
- WWF Minta Aparat Usut Kematian Dua Gajah Sumatera
- Burung Cicak Daun di TN Gunung Halimun Terancam Punah
- Taman Burung Bakal Dibangun di Benteng Somba Opu
- Simpanse Lebih Suka Makanan yang Dimasak
- Hati Manusia Bisa Diganti Hati Babi
- Australia Klasifikasi 113 Spesies Baru Ikan Hiu dan Pari
- Babi Wariskan Gen Menyala dalam Gelap
- Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa
- Eureka semut asal planet mars
- Daftar Produk Susu dan Makanan China Yang Dilarang beredar
- Brachylophus bulabula, spesies baru iguana
- Hiu Perawan Virginia Lahirkan Anak
- Atasi kotoran anjing dengan DNA
- Tujuh Ekor Orangutan Tiba di Jambi
- Lindungi populasi gajah dengan SMS
- Bayi Gajah Mati Akibat Virus
- Ilmuwan Desak Diberlakukannya Larangan Penangkapan Ikan Hiu
- Ikan Segar Picu Inflasi
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Maraknya Telur Melamin
- Wall-Mart Tarik Telur China
- Melanin Dalam Telur
- Telur China Tercemar Melamin
- YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
- BBPOM Bali Memusnahkan Makanan Bermelamin
- BPOM Memusnahkan Produk Bermelanin
- Mazoola Datangkan 20 Satwa Afrika ke Lamongan
- Ngengat Vampir Ditemukan di Siberia
- Belalang Ranting Serangga Terpanjang
- 1.500 Anjing Mati Keracunan Melamin
- RPU Bengkulu Dibubarkan
- Itik Bengkulu Dipatenkan
- jaminan 1 milyar, Pelihara Hewan Langka Jadi Legal
- 3 macan lepas dari truk
- AWAS, Daging Kimia Beredar!
- Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
- Sapi Kaki Lima Dihargai 100juta
- Bertambah Lagi Korban Akibat Rabies
- Kasus rabies, di Kabupaten Ende
- Anjing Rabies Gigit Ratusan Warga Flores
- Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
- Belasan Ribu Anjing di Kalteng Belum Divaksin Rabies
- Telur Afkir Bukan Telur Bermelanin
- Konsumsi Telur Masih Rendah
- Gas Buangan Kanguru Hambat Pemanasan Global
- Mengganti Sapi dengan Kanguru, Cegah Pemanasan Global
- Genetika Kanguru Serupa Dengan Manusia
- BPOM Gorontalo Minta Susu Qashmir Ditarik
- Kawanan Lutung Bertamu ke Rumah Penduduk
- Harimau Sumatera Mangsa Ternak
- Bali, Puluhan Anjing Dimusnahkan
- 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax
- Sekuensing Virus AI Dari Lalat Dan Ayam
- Mengatasi wabah rabies di Bali
- Bali, 196 Ekor Anjing Dimusnahkan
- Dari Sapi Bali Lahir Sapi Unggul























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...