Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 485 |
![]() | Yesterday | 509 |
![]() | This month | 2374 |
You are here: Home
Sep
08
2008
| Petugas Medan Sita Orangutan |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Monday, 08 September 2008 | |||||||
|
Perburuan orangutan (Pongo abelii) masih berlangsung. Warga banyak menemukannya dalam kondisi mengenaskan. Akhir pekan lalu petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara menyita orangutan dari warga Desa Sukarame Atas, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.
”Ini salah satu kasus saja. Masih banyak orangutan yang belum disita petugas. Hanya sedikit dari semua orangutan yang kami karantina diserahkan baik-baik oleh mereka yang menguasainya,” tutur Manajer Riset Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) Asril Abdullah, Minggu (7/9) di Sibolangit, Deli Serdang. Asril menuturkan, keberadaan orangutan di Sumatera khususnya dan di Indonesia umumnya makin terdesak karena perubahan fungsi hutan. Pusat rehabilitasi dan karantina orangutan di Sibolangit kini merawat 30 ekor sitaan dari warga. ”Sampai saat ini SOCP telah mengirim 105 orangutan ke Taman Nasional Bukit Tigapuluh Jambi untuk diliarkan ke alam bebas,” katanya. Ia mencatat, jumlah populasi orangutan di Sumatera tinggal 7.000 ekor. Paling banyak orangutan Sumatera terkonsentrasi di Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Toru. Pada awal 2007 Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat populasi orangutan sebanyak 45.000-69.000 ekor. Perwakilan Konsorsium Pusaka (lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan) Rulianto mengatakan, orangutan yang disita dari Pakpak Bharat ini lepas dari induknya. Ia mengatakan, pemilik orangutan bernama Asbi Tenendung (49) mendapatkan hewan berbulu itu di kawasan Register 67 Batu Ardan di lahan tanah adat marga Angkat. Kondisi orangutan terluka dan patah kaki. Ia menduga, orangutan bernama Goong Angkat sebelumnya terlibat konflik dengan manusia Perawatan Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut menyerahkan orangutan itu ke pusat rehabilitasi dan karantina orangutan di Sibolangit, Deli Serdang. Selanjutnya, Goong menjalani perawatan dan rehabilitasi sebelum dilepaskan ke habitat aslinya. Di kawasan yang sama, tutur Rulianto, pada tiga tahun silam petugas berhasil menyita dua orangutan. Tags: Berita Terbaru Petugas Medan Sita Orangutan
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya |
|---|























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...