Pusat Kesehatan Hewan | Animals Health Care Center

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Saturday, 02 August 2008
Separuh dari 50 industri pengolahan ikan/udang skala besar dan menengah di Kabupaten Banyuwangi gulung tikar sejak awal 2008.

Penjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nyoman Widiratyasa mengatakan, di daerahnya ada empat industri pengolahan udang - dari enam industri skala besar, tidak lagi beroperasi.

Sedangkan 21 usaha dari 30 usaha tepung ikan saat ini juga kolaps.

Perusahaan pengolahan udang windu gulung tikar, kata Nyoman, karena tidak mampu bersaing dengan kualitas uang windu dari Taiwan, Korea dan Hongkong. "Udang luar negeri dikenal lebih alami," kata Nyoman kepada Tempo, Jum`at (1/8).

Sedangkan pengembang-biakan udang windu di Banyuwangi, kata Nyoman, lebih banyak menggunakan pakan kosentrat serta tidak didukung kualitas lingkungan. "Akibatnya rasa dan ukuran udang juga turun," katanya.

Menurut Nyoman, udang windu Banyuwangi selama ini diekspor ke Eropa dan Amerika dengan kapasitas produksi minimal 50 ton per bulan. Tiap perusahaan memperkerjakan antara 300-600 karyawan.

Sedangkan 21 perusahaan pengolahan tepung ikan yang kolaps, kata Nyoman, akibat kekurangan bahan baku sejak tiga bulan ini.

Yulia Puji Astutik, Ketua Asosiasi Pengalengan dan Penepungan Ikan (APPI) di Banyuwangi mengatakan, bahan baku industri tepung ikan adalah ikan Lemuru. Namun sudah tiga bulan ini tidak satu pun nelayan mendapat tangkapan lemuru.

Yulia menduga, habisnya ikan Lemuru karena kompleksnya permasalahan di perairan Muncar, Banyuwangi, seperti adanya limbah hingga terlalu banyaknya nelayan. "Jadi, hasil tangkapan ikan sudah habis," kata Yulia.

Saat ini jumlah nelayan di Muncar diperkirakan sebanyak 5.500 orang.
(tempointeraktif) 
Tags:  Berita Terbaru Berita Terbaru Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar industri perikanan ikan tikar gulung kolaps usaha udang udang windu windu APPI perairan
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
 monika andriani
 ditha ayuningtias anggraini
 Hans Renhoard
 meutia kharisma
 Alipio De Almeida
 Anggita Permatasari
 usman jalaluddin
 Yayan Taufiq Hidayat
 kornellius rejauw rejauw
 Pullet pkp
 junie suryaningsih
 ARGA SAWUNG KUSUMA
 iwan kadianto
 John Palulungan
 Ichang Changi
 Angga Arienda Prabowo
 Dr.Nuky Rusianto,SE.,drh.,OIE
 nur hansah dewantoro
 adi cahya
 dewi kusuma wardhani
 julius wagner
 Dwi Jatmoko
 budi anto
 bodhong sonthonk
 Agam Yuda
 Tarisma Wardhani
 Abrit Cinde
 stephen christianto
 monika andriani
 Praya Ibrahim
 rakhmat hidayat
 Taufiq Nusa
 admin
 meutia kharisma
 makmun abdullah
 drh Christina

Pilih Bahasa:


Login

Find Us On Facebook

www.vet-klinik.com on Facebook
www.vet-klinik.com on Facebook

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday777
mod_vvisit_counterYesterday1269
mod_vvisit_counterThis month39215

Did you know.....

A dog and cat that are correctly socialized to one another can become best of buddies, whereas the same two animals, if socialization does not occur, often become bitter enemies!
 

Berlangganan Via Email

Anggota Online

21 tamu sedang online


eXTReMe Tracker