Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir
no comments






![]() | Today | 287 |
![]() | Yesterday | 455 |
![]() | This month | 8496 |
You are here: Home
Kategori Artikel
Perikanan
Bacteri Aeromonas Sp.
Kategori Artikel
Perikanan
Bacteri Aeromonas Sp.
Jun
16
2008
| Bacteri Aeromonas Sp. |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |||||||
| Tuesday, 17 June 2008 | |||||||
|
ETIOLOGI
PERUBAHAN MAKROSKOPISAeromonas hydrophila merupakan bakteri distribusinya luas. Bakteri ini dapat di temukan pada air tawar trpulusi maupun pada air laut yang kadar garamnya tinggi. Selain iut bakteri ini juga ditemukan pada intestinum ikan yang sehat. Bakteri ini termsuk bakteri gram negatif, motil dan berbentuk batang (0,3-1,0 x 1,0-3,5 m). A. hydrophila mungkin paling sering menyebabkan wabah pada ikan yang diternakan maupun ikan yang hidup bebas pada air tawar. Penyakit akibat bakteri ini biasanya di asosiasikan dengan penyakit bakterial hemoragik septikemia pada ikan (dikenal sebagai aeromonad septicemia atau red pest ) yang mengalami stres karena beebagai sebab. Ikan dapat tertular penyakit inisetiap saat, walaupun biasanya sering terjadi pada saat musim panas dimana temperatur air meningkat dan ikan mengalami stress karena pergantian musim dari musiom panas ke mujsim dingin. Selain itu hal ini juga dapat terjadi akibat lingkungan yang jelek. Ikan yang terinfeksi biasanya dalam keadaan stress karena beberapa faktor dan menunjukan warna kulit yang gelap dengan hemoragik ireguler yang luas pada permukaan tubuh dan pangkal sirip. Selain itu ikan juga menunjukan gejala asites. Hemoragik pada permukaan kulit dapat mengalami ulserasi dan melanjud menjadi bentukan shallow necrotik lesions. Pada saat nekropsi organ terlihat mengalami kongesti dengan hemoragik pada organ dalam. Jika dilakukan irisan pada ginjal dan limpha yang membekak biasanya akan keluar cairan kental yang dari organ tersebut. PERUBAHAN MIKROSKOPIS Ginjal dan limpha mengalami atrofi dan selnya juga mengalami nekrosis. Membrana mukosa intestinal biasanya mengalami nekrosis dan sloughed menuju lumen. Nekrosis fokal ditemukan pad otot jantung, hepar, gonad dan pancreas. Lesi pada kulit diawali dengan munculnya edema pada dermis dan hiperemia dari stratum retikulare. Hal ini memicu terjadinya spongisis dan ulserasi dari epidermis yang diikuti dengan hemoragik nekrosis yang ekstensif menuju lapisan muskulus bagian bawah. Tags: Select Section Select Category Bacteri Aeromonas Sp.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya |
|---|


















