Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir
no comments






![]() | Today | 287 |
![]() | Yesterday | 455 |
![]() | This month | 8496 |
You are here: Home
Kategori Artikel
Perunggasan
Ascaridia galli pada unggas
Kategori Artikel
Perunggasan
Ascaridia galli pada unggas
Jul
12
2008
| Ascaridia galli pada unggas |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |||||||
| Saturday, 12 July 2008 | |||||||
|
Morfologi Ascaridia galli Cacing jantan memiliki penghisap pre anal, punya papilla-papila pada tepi tubuh bagian posterior. Panjang spikulum 4 mm, yang betina lebih panjang daripada yang jantan. Telur keluar bersama tinja, dan berkembang menjadi stadium infektif (mengandung stadium larva kedua), diatas tanah dalam waktu 8-14 hari, pada kondisi biasa, telur infektif tertelan oleh ayam dan menetas didalam proventrikulus atau usus halus. Beberapa larva masuk ke dinding usus, tetapi kebanyakan tetap di dalam lumen. Larva didalam lumen menjadi stadium ketiga setelah 6-8 hari tertelan. Kemudian menjadi stadium empat setelah 14-15 hari tertelan, dan dewasa 18-22 hari. Periode prepaten 5-8 minggu. telur Ascaridia galli ![]() Cacing Ascaridia galli ![]() ![]() Electron microscope pictures of Ascaridia galli Kejadian penyakit Infeksi cacing Ascaridia galli terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi. Banyak larva yang masuk kedalam selaput lendir usus dan menyebabkan perdarahan dan kerusakan yang berat. Mungkin timbul enteritis berdarah pada infeksi berat, dan enteritis cranial kronis pada keadaan yang kurang berat. Pengaruh yang paling serius terjadi kira-kira 2 minggu setelah inkubasi. Gejala klinis Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat. gejala umum yang terlihat adalah,
Treatment dan
Pencegahan
Tags: Artikel Perunggasan Ascaridia galli pada unggas Ascaridia galli larva stadium
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- kolibasilosis pada unggas
- Newcastle Disease
- Retensi plasenta
- pneumonia pada sapi
- Tubercolusis pada sapi
- Penyakit marek's pada unggas
- Leptospirosis pada babi
- ascariasis pada unggas
- Infectious Laryngotracheitis (ILT)
- Dilatasi Esofagus
- Neoplasia akibat infeksi Spirocerca lupi
- Helminthiosis
- cacar unggas (Avian Pox)
- Gumboro (Infectious Bursal Disease)
- Infectious Bronchitis (Bronkhitis Infeksiosa) pada unggas
- Chronic Respiratory Disease (CRD)
- Snot (Coryza) pada ayam
- Berak Kapur atau Pullorum pada unggas
- Eimeria yang sering menyerang unggas
- Berak Darah (Koksidiosis)
- Pasteurellosis atau Kolera unggas
- Abortus pada sapi yang disebabkan oleh jamur
- Brucellosis pada sapi
- vibriosis atau campilobakteriosis pada sapi
- Penyakit rabies
- Canine Parvovirus pada anjing
- Breeding pada Anjing Pomeranian
- Giardiasis pada anjing
- Cara Memilih Kucing Persia Sebagai Indukan
- Periode atau Masa Kebuntingan Pada Kucing
- Defisiensi nutrisi pada ayam
- Metode Perkawinan kucing Persia
- Persiapan sebelum partus atau melahirkan pada kucing
- Persiapan ketika kucing akan melahirkan
- Program Vaksinasi Pada Kucing
- Ctenocephalides felis pada kucing
- Otitis Interna
- Otitis eksterna pada anjing dan kucing
- Penyakit heartworm disease
- Susu (Colostrum) pengganti untuk anjing
- Ancylostomiasis Pada Anjing
- Rhipicephalus Sanguineus pada anjing
- Distemper anjing atau canine distemper
- Penyakit mulut dan kuku
- Penyakit Jembrana (JD)
- Koksidiosis pada anjing dan kucing
- Dermatitis pada hewan kesayangan
- Scabies
- Flu pada kucing (Feline Viral Rhinotracheitis)
- Pertimbangan Sebelum Kucing dibawa Ke Tempat Tidur
- Feline Calicivirus Disease (FCD)
- AIDS pada kucing (Feline Immunodeficiency Virus)
- Feline Panleukopenia
- Yellow fever
- Breeding Soundness Examination (BSE) pada sapi
- Peternak cilik di Inggris
- Radiasi Ponsel Turunkan Populasi Burung?
- Prolapsus Uteri
- Retensi plasenta pada sapi perah
- Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga
- Inseminasi Buatan (IB) atau Kawin Suntik
- Listeriosis pada sapi
- Mumifikasi fetus
- Hubungan antara gangguan ovulasi dengan infertilitas
- cascado
- Taeniasis pada babi
- Penyakit sapi gila
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Disnak Boyolali sidak telur bermelanin
- Maraknya Telur Melamin
- Wall-Mart Tarik Telur China
- Melanin Dalam Telur
- Telur China Tercemar Melamin
- YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
- BBPOM Bali Memusnahkan Makanan Bermelamin
- BPOM Memusnahkan Produk Bermelanin
- Itik Bengkulu Dipatenkan
- Telur Afkir Bukan Telur Bermelanin
- Konsumsi Telur Masih Rendah

















.jpg)



