Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 6 |
![]() | Yesterday | 518 |
![]() | This month | 2413 |
You are here: Home
Sep
14
2008
| Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Monday, 15 September 2008 | |||||||
|
Bekasi. Sejumlah ibu rumah tangga di Bekasi, Jawa Barat, merasa resah, menyusul santernya isu ayam potong berformalin beredar di pasar tradisional di Kota Bekasi selama bulan Ramadhan 1429 Hijriah. Ny Erawati (47), warga Kelurahan Bekasi Barat saat ditemui di sebuah pasar tradisional di Bekasi, Minggu (14/9), mengatakan, ia kini enggan membeli ayam potong karena khawatir menggunakan bahan pengawet formalin dan zat pewarna. Sebelumnya, ia tidak khawatir membeli ayam potong di pasar tradisional, tetapi dengan santernya isu daging ayam potong mengandung formalin sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. Untuk sementara waktu, kata dia, ia dan warga lainnya memilih tidak membeli ayam potong sebelum ada pernyataan resmi dari pejabat instansi terkait Pemkot Bekasi soal unggas bebas formalin dan bahan pengawet. "Saya tidak mau lagi membeli ayam potong sebelum pemerintah Pemkot Bekasi mengeluarkan pernyataan ayam potong di pasar tradisional di Bekasi bebas formalin," katanya. Ny Purnomo (20), warga Desa Teluk Pucung, Bekasi Utara juga mengaku resah berkaitan dengan merebaknya isu ayam potong di pasar tradisional mengandung bahan pengawet formalin dan zat perwarna. "Sejak dua hari terakhir saya memang resah dan khawatir adanya isu ayam berformalin dan diberi zat pewarna semakin mencuat di masyaraakt Kota Bekasi. Padahal formalin berbahaya bagi kesehatan manusia," katanya. Menanggapi keresahan warga tentang beredarnya isu ayam potong berformalin, anggota DPRD Kota Bekasi, Wahyu Prihantono mengatakan, agar petugas instansi terkait segera melakukan razia ayam berformalin di pasar tradisional di Bekasi. Santernya isu ayam potong bermormalin di pasar tradisional, kata dia, selain meresahkan warga Kota Bekasi juga akan berpengaruh kepada pedagang ayam potong karena omzet juga akan menurun. "Isu peredaran ayam potong di Kota Bekasi menimbulkan keresahan kalangan ibu rumah tangga, dan juga bagi pedagang sendiri, karena itu harus mendapat perhatian serius dari pejabat instansi terkait," katanya. Menanggapi keresahan warga itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Disprakop Kota Bekasi, Edy Kadarusman mengatakan, petugas akan segera merazia ayam potong di pasar tradisional di Bekasi. Tim kesehatan hewan Disprakop Kota Bekasi juga akan melakukan razia daging sapi dan kerbau dari kemungkinan adanya daging ilegal yang dioplos dengan daging sapi lokal untuk mengeruk keuntungan. "Saya minta masyarakat untuk waspada dan mengetahui kondisi ayam berformalin antara lain, daging kenyal," katanya. Di tempat terpisah, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Bekasi, Juhadi mengatakan, petugas instansi terkait menyita 50 kilogram daging sapi diduga glonggongan terbungkus kardus di pasar Tambun, Kabupaten Bekasi. "Semalam petugas instansi terkait menyita 50 kilogram daging sapi tidak layak konsumsi diduga daging glonggongan," katanya.(CyberNews) Tags: Berita Terbaru Berita Perunggasan Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga ayam berformalin
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- Anjing selamatkan wanita tua
- anjing dapat menyebabkan kanker pada manusia
- Alergi Kucing Bisa Sebabkan Asma
- Larangan Impor Induk Ayam Dicabut
- Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT
- Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih
- Ancaman Penyakit Pandemi Jemberana
- Bocah Tewas Digigit Anjing
- Ekskavasi Fosil Tengkorak Mammoth Langka
- Amukan Gajah Belum Teratasi di Aceh Jaya
- Dusun Sanden Terserang Flu Burung
- Sapi Grobogan pun hidup susah
- Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar
- Ilmuan Penyebar Anthrax Bunuh Diri
- Gagak "yang mengira dirinya seekor anjing"
- Karapan Kelinci Mulai Populer Di Madura
- Memasukkan Hewan ke Kalbar Harus Izin Gubernur
- Pengusutan Trenggiling Diperkirakan 10 Hari
- Ikan dan Udang Tahan Hidup di Kedalaman 2.300 Meter
- Stasiun Karantina Cilacap Musnahkan Sapi Impor Selandia Baru
- Spesies Ular Terkecil Ditemukan di Barbados
- Hadapi Jamur, Katak Pun Berjemur
- Katak Afrika Keluarkan Cakar Saat Terancam Bahaya
- Lele Vampir Ditemukan di Hutan Tropis Guyana
- Kebutuhan Ayam dan Telur Naik
- Gajah Liar Rusak Kebun Singkong
- Ikan di Daerah Antartika Antibeku
- Anjing pun bisa kesal
- Liger, Kucing Terbesar di Dunia
- Anjing Kecanduan Celana
- Anjing serang bayi perempuan
- Dokter Hewan Internasional Konferensi di IPB
- Pemkot Lampung Anggarkan Rp300 juta Untuk RPH
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Langka di Internet
- Google Ungkap keunikan Sapi
- Fosil Hewan Berusia 700 Ribu Tahun Ditemukan di Sragen
- kenapa lalat sulit dipukul?
- Burung Hantu Untuk Basmi Tikus
- Marhaban Ya Ramadhan
- Pedagang Minta Distan Lakukan Razia Daging Glonggongan
- Petugas Medan Sita Orangutan
- Kondisi Tiga Pasien Dugaan Flu Burung Membaik
- Kurangi daging demi lingkungan
- Gajah pemadat jalani rehab
- Peternak cilik di Inggris
- Pelukan tenangkan simpanse
- Radiasi Ponsel Turunkan Populasi Burung?
- AS Imbau Hindari Susu Formula Buatan Cina
- Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa
- Lima Lumba-lumba Terdampar di Pantai Brebes
- Dua Lumba-lumba Dilepas Kembali ke Laut
- Tiga Ekor Gajah Liar Mati Saat Ditangkap
- WWF Minta Aparat Usut Kematian Dua Gajah Sumatera
- Burung Cicak Daun di TN Gunung Halimun Terancam Punah
- Taman Burung Bakal Dibangun di Benteng Somba Opu
- Simpanse Lebih Suka Makanan yang Dimasak
- Hati Manusia Bisa Diganti Hati Babi
- Australia Klasifikasi 113 Spesies Baru Ikan Hiu dan Pari
- Babi Wariskan Gen Menyala dalam Gelap
- Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa
- Eureka semut asal planet mars
- Daftar Produk Susu dan Makanan China Yang Dilarang beredar
- Brachylophus bulabula, spesies baru iguana
- Hiu Perawan Virginia Lahirkan Anak
- Atasi kotoran anjing dengan DNA
- Tujuh Ekor Orangutan Tiba di Jambi
- Lindungi populasi gajah dengan SMS
- Ilmuwan Desak Diberlakukannya Larangan Penangkapan Ikan Hiu
- Ikan Segar Picu Inflasi
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Disnak Boyolali sidak telur bermelanin
- Maraknya Telur Melamin
- Wall-Mart Tarik Telur China
- Melanin Dalam Telur
- Telur China Tercemar Melamin
- YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
- BBPOM Bali Memusnahkan Makanan Bermelamin
- BPOM Memusnahkan Produk Bermelanin
- Mazoola Datangkan 20 Satwa Afrika ke Lamongan
- Semut Pedalaman Lebih Suka Garam
- Ngengat Vampir Ditemukan di Siberia
- Belalang Ranting Serangga Terpanjang
- 1.500 Anjing Mati Keracunan Melamin
- RPU Bengkulu Dibubarkan
- Itik Bengkulu Dipatenkan
- jaminan 1 milyar, Pelihara Hewan Langka Jadi Legal
- 3 macan lepas dari truk
- AWAS, Daging Kimia Beredar!
- Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
- Sapi Kaki Lima Dihargai 100juta
- Bertambah Lagi Korban Akibat Rabies
- Kasus rabies, di Kabupaten Ende
- Anjing Rabies Gigit Ratusan Warga Flores
- Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
- Belasan Ribu Anjing di Kalteng Belum Divaksin Rabies
- Telur Afkir Bukan Telur Bermelanin
- Konsumsi Telur Masih Rendah
- Gas Buangan Kanguru Hambat Pemanasan Global
- Mengganti Sapi dengan Kanguru, Cegah Pemanasan Global
- Genetika Kanguru Serupa Dengan Manusia
- BPOM Gorontalo Minta Susu Qashmir Ditarik
- Kawanan Lutung Bertamu ke Rumah Penduduk
- Harimau Sumatera Mangsa Ternak
- Bali, Puluhan Anjing Dimusnahkan
- 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax
- Sekuensing Virus AI Dari Lalat Dan Ayam
- Mengatasi wabah rabies di Bali
- Bali, 196 Ekor Anjing Dimusnahkan
- Dari Sapi Bali Lahir Sapi Unggul























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...