eXTReMe Tracker
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Pilih Bahasa:


Login

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday122
mod_vvisit_counterYesterday518
mod_vvisit_counterThis month2529
You are here: Home arrow Kategori Artikel arrow Perunggasan arrow koliseptikemia pada unggas

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Jul 01 2008
koliseptikemia pada unggas PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Tuesday, 01 July 2008
Koliseptikemia ini banyak ditemukan pada ayam muda terutama umur 4-12 minggu. Penyakit ini banyak dilaporkan pada ayam pedaging yang mungkin ada hubungannya dengan siklus pemeliharaan dan kepadatan kandang yang tinggi, sedangkan ventilasi dan sanitasi kandang memburuk. Koliseptikemia terjadi jika E.coli masuk kedalam sirkulasi darah dan menginfeksi berbagai jaringan melalui lesi pada usus atau saluran pernafasan.

Faktor-faktor pendukung koliseptikemia
Koliseptikemia terjadi karena adanya E.coli serotype pathogen dalam jumlah besar menyebar melalui darah dan menginvasi serta menimbulkan kerusakan pada berbagai jaringan. Berbagai penyakit pencernaan seperti koksidiosis, helminthiasis, atau penyakit saluran pernafasan seperti Chronic Respiratory disease (CRD), Snot, infectious bronchitis (IB), newcastle disease (ND), Infectious Laryngotracheitis (ILT), fowl pox, kolera unggas, dan Aspergillosis merupakan penyakit yang sering ditemukan bersama-sama dengan koliseptikemia. Selain itu penyakit immunosupresif seperti Gumboro, Marek’ disease bentuk ringan, aflaktosikosis dapat mendukung terjadinya koliseptikemia.

Gejala Kilinis
Gejala yang timbul dapat berbentuk gangguan pencernaan dan gangguan pernafasan. Gejala awal ditandai dengan penurunan nafsu makan , kelesuan, dan bulu berdiri. Ayam yang sakit menunjukkan peningkatan frekuensi pernafasan dan ngorok. Morbiditas 50% dan mortalitas 5%. Setelah terjadinya infeksi, biasanya terjadi penurunan berat badan dan gangguan produksi.

Perubahan Patologik
Perubahan Makroskopik
Pada koliseptikemia, organ yang pertama kali diserang adalah ginjal karena terkait dengan fungsinya untuk menyaring toksin E.coli tersebut. Ginjal akan membesar dan berwarna merah hitam. Karkas keseluruhan menunjukkan adanya septikemia disertai hati dan limpa yang membesar dan berwarna merah hitam, vesica membesar dan terisi penuh dengan empedu. Jantung mengalami kongesti dan terasa empuk, didalam ruang pericardium terdapat cairan kekuningan.
Perubahan yang tersifat adalah hati yang berwarna kehijauan dan otot pektoralis yang kongestif. Pada sejumlah kasus ditemukan foci kekuningan tersebar pada permukaan hati. Dapat pula diikuti perikarditis dan peritonitis. Perubahan lain yang ditemukan adalah adanya airsaculitis, perihepatitus, perikarditis dan peritonitis. Airsacculitis ditandai dengan kantong udara yang menebal, keruh, dan permukaan tertutup cairan kental berwarna kekuningan menyerupai keju. Perikarditis fibrinosa ditandai oleh kantong jantung yang menebal, berwarna kelabu, dan melekat pada dinding jantung. Perihepatitis fibrinosa ditandai dengan permukaan hati yang tertutup oleh suatu selaput berwarna kelabu. Jika proses menjadi kronis, kantong udara, hati, jantung dan pericardium akan semakin difus, lebih menebal dan eksudasinya semakin kental. Kadang-kadang kerusakan jaringan meluas ke ovarium, mata dan persendian

Perubahan Mikroskopik
Lesi pada ginjal berbentuk kongesti pembuluh darah disertai infiltrasi heterofil. Begitu pula pada hati. Pada kasus parah, penebalan kapsula Glissoni akibat infiltrasi heterofil, limfosit, dan proliferasi fibroblas dan adanya daerah nekrosis multifokal. Perubahan awal pada kantong udara meliputi edema dan infiltrasi heterofil

Diagnosis
Didasarkan pada perubahan patologik dan diagnosa pastinya dilakukan dengan isolasi dan identifikasi bakteri.

Differensial diagnosa
kolera unggas bentuk akut/perakut, salmonellosis, dan stafilokokosis

Pengobatan
Dengan berbagai antibiotic maupun antibakteri dapat digunakan pada kasus kolibasilosis.

Pencegahan
Praktek manajeman yang ketat, kualitas pakan dan air minum yang bebas bakteri, system kandang yang baik, sanitasi dan desinfeksi yang ketat, program vaksinasi yang sesuai dan pengaturan pekerja yang ketat. Pencegahan berbagai penyakit pernafasan, pencernaan dan penyakit immunosupresif hendaklah mendapat prioritas utama.


Tags:  Select Section Select Category koliseptikemia pada unggas penurunan nafsu makan kelesuan bulu berdiri
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
Creative Commons License