eXTReMe Tracker
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Login

Kommentar Terakhir

no comments
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday287
mod_vvisit_counterYesterday455
mod_vvisit_counterThis month8496
You are here: Home arrow Kategori Artikel arrow Peternakan arrow Brucellosis pada sapi

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Jul 07 2008
Brucellosis pada sapi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Admin   
Monday, 07 July 2008
Penyebab
Brucellosis atau penyakit Bang disebabkan suatu kuman kecil berbentuk batang dan bersifat gram negatif, Brucella abortus, yang tumbuh di dalam sel. Bakteri ini pertama kali diuraikan oleh Bang di Denmark tahun 1897. Brucellosis terjangkit pada sapi di seluruh dunia, kecuali di negara-negara yang telah mengendalikan penyakit tersebut dengan vaksinasi atau dengan cara-cara lainnya
 
Cara penularan
Penularan dapat terjadi karena pembelian dan pemasukan satu betina yang tertular ke dalam suatu kelompok ternak. Materi yang tertular dapat terbawa dari suatu peternakan ke peternakan lain oleh anjing atau manusia.
Infeksi sering terjadi karena ingesti kotoran dari alat kelamin hewan yang mengalami abortus yang mengkontaminasi makanan dan air. Penularan dapat pula terjadi melalui selaput lender mata dan intrauterin setelah inseminasi dengan semen yang tertular.


Gejala Klinis
Brucella abortus menyebabkan keguguran pada trimester terakhir masa kebuntingan dan diikuti oleh suatu periode infertilitas. Brucella abortus menyebabkan demam “undulans” atau brucellosis pada manusia yang meminum susu mentah yang belum dipasteurisasi atau bersentuhan dengan kotoran atau tenunan yang tertular.
Keluron karena Brucella abortus umumnya terjadi dari bulan keenam sampai kesembilan (setelah bulan kelima) periode kebuntingan. Kejadian abortus berkisar antara 5-90% dalam suatu kelompok ternak, tergantung dari jumlah hewan bunting yang tertular, daya penularan, virulensi organisme dan faktor lain.

Diagnosa
Diagnosa terhadap brucellosis diperlukan untuk dua tujuan, pertama untuk menetapkan sebab abortus pada satu individu ternak, dan kedua untuk mengidentifikasi ternak dalam rangka program pengendalian penyakit tersebut.
Sejarah kelompok ternak sangat bermanfaat dalam mendiagnosa penyebab abortus. Diagnosa perbandingan antara penyebab abortus cukup sulit dan tidak mungkin tanpa bantuan pemeriksaan laboratoris. Lesio placental pada brucellosis, vibriosis dan penularan jamur pada sapi nampak sama.

Identifikasi
Organisme Brucella abortus dapat diidentifikasi pada preparat ulas dari bahan paru-paru. Media tersebut umumnya diisolasi dalam media kultur atau pada marmut.

Pencegahan dan Pengendalian
Pencegahan brucellosis pada sapi didasarkan pada tindakan higiene dan sanitasi, vaksin anak sapi dengan Strain 19 dan pengujian serta penyingkiran sapi reaktor.
Tindakan higienik sangat penting dalam program pencegahan brucellosis pada suatu kelompok ternak. Sapi yang tertular sebaiknya dijual atau dipisahkan dari kelompoknya
Fetus dan placenta yang digugurkan harus dikubur atau dibakar dan tempat yang terkontaminasi harus didesinfeksi dengan 4% larutan kresol atau desinfektan sejenis
Program vaksinasi dilakukan pada anak sapi umur 3-7 bulan dengan vaksin Brucella Strain 19. Tapi penggunaan Strain 19 harus hati-hati karena dapat menyebabkan brucellosis atau demam undulan pada manusia.
Metode pengendalian lainnya ialah vaksinasi dengan 45/20 terhadap semua ternak, uji serologik secara teratur dengan SAT atau BRT dan CFT, monitoring dengan MRT dan isolasi atau penyingkiran reaktor.

Pengobatan
Pengobatan brucellosis dengan berbagai antiseptik dan antibiotik telah dicoba tanpa hasil.
Pengobatan yang efektif dapat dilakukan dengan antibiotik seperti kombinasi penisilin dan streptomisin, tapi dapat pula dengan metritin atau oestrilan yang diberikan intrauterina.

Tags:  Artikel Peternakan Brucellosis pada sapi sapi brucellosis abortus metritin oestrilan inseminasi ingesti ternak jumlah hewan bunting tertular daya penularan virulensi organisme faktor
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >

Artikel Terkait

Creative Commons License