Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 47 |
![]() | Yesterday | 518 |
![]() | This month | 2454 |
You are here: Home
Kategori Artikel
Peternakan
Inseminasi Buatan (IB) atau Kawin Suntik
Kategori Artikel
Peternakan
Inseminasi Buatan (IB) atau Kawin Suntik
Oct
19
2008
| Inseminasi Buatan (IB) atau Kawin Suntik |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | ||||||||||||||||
| Sunday, 19 October 2008 | ||||||||||||||||
|
Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut 'insemination gun'.
Tujuan Inseminasi Buatan
Keuntungan Inseminasi Buatan (IB)
Adalah tenaga teknis menengah yang telah dididik dan mendapat sertifikat sebagai inseminator dari pemerintah (dalam hal ini Dinas Peternakan). Pelayanan Petugas Inseminasi Buatan Pelayanan inseminasi buatan dilakukan oleh Inseminator yang telah memiliki surat izin melakukan inseminasi (SIM) dengan sistem aktif, pasif dan semi-aktif. Bila inseminator belum memiliki SIM maka tanggung jawab hasil kerjanya jatuh pada Dinas Peternakan Propinsi tempatnya bekerja. Pelaporan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) mengikuti pedoman sebagai berikut:
Tugas pokok inseminator adalah:
Untuk mempermudah pelaporan / permintaan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) maka harus dibuat suatu sistem pelaporan yang sederhana, cepat, mudah dan murah. Kotak laporan, bendera di depan rumah / kandang, kartu birahi dan lain-lain adalah beberapa sistem komunikasi yang telah dijalankan pada beberapa tempat di Indonesia. Setiap daerah mempunyai keadaan yang berbeda, oleh karena itulah buatlah suatu perjanjian dengan para akseptor mengenai cara-cara komunikasi yang baik yang disepakati bersama. Komitmen untuk mematuhi keputusan tersebut juga diperlukan. Petugas IB (inseminator) hanya boleh menginseminasi kalau betina sedang birahi saja. Kalau betina tidak sedang birahi, petugas IB sebaiknya memberitahukan ke peternak dan memintanya untuk memperhatikan gejala birahi dengan lebih baik lagi. Anatomi dan Fisiologi Alat Kelamin Betina Pubertas (kematangan alat kelamin / dewasa kelamin) terjadi akibat aktivitas dalam ovarium (indung telur), umur pubertas pada sapi adalah antara 7 - 18 bulan, atau dengan berat badan telah mencapai kurang lebih 75% dari berat dewasa. Kecepatan tercapainya umur dewasa kelamin tergantung dari:
Bila jumlah dan kandungan gizi pakan kurang jumlah atau mutunya, maka dewasa kelamin akan lebih lama dicapai, hal ini disebabkan berat badan yang kurang;
Di daerah tropis seperti di Indonesia, umur dewasa kelamin lebih cepat / muda Karena mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berat badan, apalagi bila menyerang alat kelamin, maka kemungkinan besar umur dewasa kelamin lebih lambat dicapai. Siklus birahi pada sapi betina yang normal biasanya berulang setiap 21 hari, dengan selang antara 17-24 hari. Siklus birahi akan berhenti secara sementara pada keadaan-keadaan:
Pada tahap ini sapi betina siap untuk dikawinkan (baik secara alam maupun IB). Ovulasi terjadi 15 jam setelah estrus selesai. Lama periode ini pada sapi adalah 12 - 24 jam.
Waktu sebelum estrus. Tahap ini dapat terlihat, karena ditandai dengan sapi terlihat gelisah dan kadang-kadang sapi betina tersebut menaiki sapi betina yang lain. Lamanya 3 hari.
Waktu setelah estrus berakhir, folikelnya masak, kemudian terjadi ovulasi diikuti dengan pertumbuhan / pembentukan corpus luteum (badan kuning). Lama periode ini 3 - 5 hari.
Waktu setelah metaestrus, corpus luteum meningkat dan memproduksi hormon progesteron.Pada saat keadaan dewasa kelamin tercapai, aktivitas dalam indung telur (ovarium) dimulai. Waktu estrus, ovum dibebaskan oleh ovarium. Setelah ovulasi terjadi, bekas tempat ovarium tersebut itu dipenuhi dengan sel khusus dan membentuk apa yang disebut corpus luteum (badan kuning) Corpus luteum ini dibentuk selama 7 hari, dan bertahan selama 17 hari dan setelah waktu itu mengecil lagi karena ada satu hormon (prostaglandin) yang merusak corpus luteum dan mencegah pertumbuhannya untuk jangka waktu yang relatif lama (sepanjang kebuntingan). Selain membentuk sel telur , indung telur / ovarium juga memproduksi hormon, yaitu:
Hormon-hormon ini mengontrol (beri jarak) kejadian siklus birahi di dalam ovarium. Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan (IB) Pemeriksaan Awal Deteksi birahi yang tepat adalah kunci utama keberhasilan Inseminasi Buatan, selanjutnya adalah kecepatan dan ketepatan pelayanan Inseminasi Buatan itu sendiri dilaksanakan. Untuk memudahkan, sebagai patokan biasa dilakukan sebagai berikut:
Keterlambatan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) akan berakibat pada kerugian waktu yang cukup lama. Jarak antara satu birahi ke birahi selanjutnya adalah kira-kira 21 hari sehingga bila satu birahi terlewati maka kita masih harus menunggu 21 hari lagi untuk melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) selanjutnya. Kegagalan kebuntingan setelah pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) juga akan berakibat pada terbuangnya waktu percuma, selain kerugian materiil dan immateriil karena terbuangnya semen cair dan alat pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) serta terbuangnya biaya transportasi baik untuk melaporkan dan memberikan pelayanan dari pos Inseminasi Buatan (IB) ke tempat sapi birahi berada. Tanda - tanda birahi pada sapi betina adalah :
Gejala - gejala birahi ini memang harus diperhatikan minimal 2 kali sehari oleh pemilik ternak. Jika tanda-tanda birahi sudah muncul maka pemilik ternak tersebut tidak boleh menunda laporan kepada petugas inseminator agar sapinya masih dapat memperoleh pelayanan Inseminasi Buatan (IB) tepat pada waktunya. Sapi dara umumnya lebih menunjukkan gejala yang jelas dibandingkan dengan sapi yang telah beranak. Waktu Melakukan Inseminasi Buatan (IB) Pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan birahi, karena pada saat itu liang leher rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) bila diinseminasi pada periode-periode tertentu dari birahi telah dihitung oleh para ahli, perkiraannya adalah :
Faktor - Faktor Penyebab Rendahnya Kebuntingan Faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya prosentase kebuntingan adalah :
Jelaslah disini bahwa faktor yang paling penting adalah mendeteksi birahi, karena tanda-tanda birahi sering terjadi pada malam hari. Oleh karena itu petani diharapkan dapat memonitor kejadian birahi dengan baik dengan cara:
Salah satu cara yang sederhana dan murah untuk membantu petani untuk mendeteksi birahi, adalah dengan memberi cat diatas ekor, bila sapi betina minta kawin (birahi) cat akan kotor / pudar / menghilang karena gesekan akibat dinaiki oleh betina yang lain. Penanganan bidang reproduksi adalah suatu hal yang rumit. Ia membutuhkan suatu kerja sama dan koordinasi yang baik antara petugas yang terdiri atas dokter hewan, sarjana peternakan dan tenaga menengah seperti inseminator, petugas pemeriksa kebuntingan, asisten teknis reproduksi. Koordinasi juga bukan hanya pada bidang keahlian tetapi juga pada jenjang birokrasi karena pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) masih lewat proyek yang dibiayai oleh pemerintah sehingga birokrasi masih memegang peranan yang besar disini. Koordinasi dari berbagai tingkatan birokrasi ini yang biasanya selalu disoroti dengan negatif oleh para petugas lapang dan petani. Keterbuakaan adalah kunci keberhasilan keseluruhan program ini. Sinkronisasi Birahi Pada beberapa proyek pemerintah, seringkali inseminasi buatan dilaksanakan secara crash-program dimana pada suatu saat yang sama harus dilaksanakan Inseminasi padahal tidak semua betina birahi pada waktu yang bersamaan. Oleh karena itu harus dilaksanakan apa yang disebut dengan sinkronisasi birahi. Pada dasarnya, sinkronisasi birahi adalah upaya untuk menginduksi terjadinya birahi dengan menggunakan hormon Progesteron. Preparatnya biasanya adalah hormon sintetik dari jenis Prostaglandin F2a. Nama dagang yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Enzaprost F. Sinkronisasi birahi ini mahal biayanya karena harga hormon yang tinggi dan biaya transportasi serta biaya lain untuk petugas lapang. Cara apikasi hormon untuk penyerentakkan birahi adalah sebagai berikut :
Sapi betina resipien harus dalam keadaan sehat dan tidak kurus (kaheksia); Sapi tidak dalam keadaan bunting, bila sapi sedang bunting dan penyerentakkan birahi dilakukan maka keguguran akan terjadi.
Prosedur Inseminasi Buatan adalah sebagai berikut:
Tags: Artikel Peternakan Inseminasi Buatan (IB) Kawin Suntik insemination gun
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- kolibasilosis pada unggas
- Newcastle Disease
- Retensi plasenta
- pneumonia pada sapi
- Tubercolusis pada sapi
- Penyakit marek's pada unggas
- Leptospirosis pada babi
- ascariasis pada unggas
- Infectious Laryngotracheitis (ILT)
- Dilatasi Esofagus
- Neoplasia akibat infeksi Spirocerca lupi
- Helminthiosis
- cacar unggas (Avian Pox)
- Gumboro (Infectious Bursal Disease)
- Infectious Bronchitis (Bronkhitis Infeksiosa) pada unggas
- Chronic Respiratory Disease (CRD)
- Snot (Coryza) pada ayam
- Berak Kapur atau Pullorum pada unggas
- Eimeria yang sering menyerang unggas
- Berak Darah (Koksidiosis)
- Pasteurellosis atau Kolera unggas
- Abortus pada sapi yang disebabkan oleh jamur
- Brucellosis pada sapi
- vibriosis atau campilobakteriosis pada sapi
- Penyakit rabies
- Canine Parvovirus pada anjing
- Breeding pada Anjing Pomeranian
- Giardiasis pada anjing
- Cara Memilih Kucing Persia Sebagai Indukan
- Periode atau Masa Kebuntingan Pada Kucing
- Defisiensi nutrisi pada ayam
- Ascaridia galli pada unggas
- Metode Perkawinan kucing Persia
- Persiapan sebelum partus atau melahirkan pada kucing
- Persiapan ketika kucing akan melahirkan
- Program Vaksinasi Pada Kucing
- Ctenocephalides felis pada kucing
- Otitis Interna
- Otitis eksterna pada anjing dan kucing
- Penyakit heartworm disease
- Susu (Colostrum) pengganti untuk anjing
- Ancylostomiasis Pada Anjing
- Rhipicephalus Sanguineus pada anjing
- Distemper anjing atau canine distemper
- Stasiun Karantina Cilacap Musnahkan Sapi Impor Selandia Baru
- Penyakit mulut dan kuku
- Penyakit Jembrana (JD)
- Koksidiosis pada anjing dan kucing
- Dermatitis pada hewan kesayangan
- Scabies
- Flu pada kucing (Feline Viral Rhinotracheitis)
- Pertimbangan Sebelum Kucing dibawa Ke Tempat Tidur
- Feline Calicivirus Disease (FCD)
- AIDS pada kucing (Feline Immunodeficiency Virus)
- Feline Panleukopenia
- Yellow fever
- Breeding Soundness Examination (BSE) pada sapi
- Kurangi daging demi lingkungan
- Prolapsus Uteri
- Retensi plasenta pada sapi perah
- AS Imbau Hindari Susu Formula Buatan Cina
- Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa
- Listeriosis pada sapi
- Mumifikasi fetus
- Hubungan antara gangguan ovulasi dengan infertilitas
- cascado
- Taeniasis pada babi
- Penyakit sapi gila
- AWAS, Daging Kimia Beredar!
- Sapi Kaki Lima Dihargai 100juta
- Gas Buangan Kanguru Hambat Pemanasan Global
- Avian Influenza Pada Unggas
- BPOM Gorontalo Minta Susu Qashmir Ditarik
- 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax
- Dari Sapi Bali Lahir Sapi Unggul























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...