Pusat Kesehatan Hewan | Animals Health Care Center

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home arrow Kategori Artikel arrow Peternakan arrow Listeriosis pada sapi

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Listeriosis pada sapi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Sunday, 02 November 2008
Penyebab
Bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini ialah Listeria monositogenes.
Bentuk seperti batang, gram positif, dan bersifat aerob. Tidak membentuk spora dan kapsul. Tumbuh baik pada suhu 20-40°C.
Penyakit pada ternak sapi dan domba yang menyerang susunan saraf pusat dan selaput otak serta uterus ditandai dengan encefalitis dan meningitis, abortus, retensi sekundinae, dan metritis. Abortus bersifat sporadis dan terjadi pada akhir masa kebuntingan.

Gejala Klinis
  • Depresi
  • Abortus
  • Retensio sekundinae
  • Encephalitis bersama abortus dapat terjadi pada induk sapi tertular, tapi dapat juga hanya encephalitis atau abortus saja.

Penularan
Induk sapi dapat tertular setelah menelan bakteri bersama makanan atau minuman yang tercemar.
Sumber penularan ialah feses atau air susu yang mengandung listeria. Dalam feses, bakteri dapat hidup hingga 2 tahun pada lingkungan yang baik.
Listeria monositogenes dapat hidup pada lingkungan yang kurang serasi, dan dapat berkembang biak dalam damen atau silage dengan pH yang tinggi.
Induk sapi pembawa penyakit berperan penting dalam penularan penyakit ini. Fetus dan selaput fetus yang diabortuskan mengandung bakteri ini dan merupakan bahan penularan pada ternak lain.
Penularan pada manusia dapat terjadi ketika menolong fetus yang diabortuskan.

Patogenesitas
Setelah terjadi penularan, bakteri akan menembus selaput mukosa mulut atau hidung dan alat pencernaan, selanjutnya menuju otak dan menyebabkan infeksi otak.

Diagnosa
Diagnosa didasarkan pada isolasi bakteri dan fetus yang diabortuskan atau selaput fetus dengan penanaman pada media agar. Bakteri dapat ditemukan dalam abomasum dan hati dari fetus atau kotoran vagina.
Lingkungan yang buruk dan menyebabkan stres dapat mendorong terjadinya plasentitis dan septikemia pada fetus yang dikandung, diikuti kematian fetus kemudian diabortuskan serta timbul endometritis.

Pengobatan
Pengobatan dengan penisilin dan tetrasiklin dapat digunakan untuk menurunkan angka kematian.

Pencegahan

  • Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian bakterin.
  • Sanitasi kandang yang baik khususnya ketika abortus merupakan pencegahan yang paling baik.

Tags:  Artikel Peternakan Listeriosis pada sapi Listeria monositogenes
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
 monika andriani
 ditha ayuningtias anggraini
 Hans Renhoard
 meutia kharisma
 Alipio De Almeida
 Anggita Permatasari
 usman jalaluddin
 Yayan Taufiq Hidayat
 kornellius rejauw rejauw
 Pullet pkp
 junie suryaningsih
 ARGA SAWUNG KUSUMA
 usman jalaluddin
 cakka
 Tri Agus
 harjono wiryo
 sovi ani
 samsul fikar
 nurul nasuha
 azewic pintubatu
 karunia maghfiroh
 drh pradhana
 stephen christianto
 Chandra Kurniawan
 Mujibta Yakub
 andri irawan
 nisa alattas
 samsul fikar
 Meuthya sr thya
 farid alatas
 Anam Raharja
 fandy try
 usman jalaluddin
 Agam Yuda
 Tarisma Wardhani
 Abrit Cinde

Pilih Bahasa:


Login

Find Us On Facebook

www.vet-klinik.com on Facebook
www.vet-klinik.com on Facebook

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday349
mod_vvisit_counterYesterday929
mod_vvisit_counterThis month3254

Artikel Terkait



eXTReMe Tracker