eXTReMe Tracker
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Pilih Bahasa:


Login

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday84
mod_vvisit_counterYesterday518
mod_vvisit_counterThis month2491
You are here: Home arrow Kategori Artikel arrow Peternakan arrow Mumifikasi fetus

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Nov 01 2008
Mumifikasi fetus PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Sunday, 02 November 2008
Mumifikasi fetus yaitu kematian fetus yang terjadi dipertengahan, atau sepertiga akhir masa kebuntingan, tidak memberikan inhibisi pada corpus luteum. Faktor / suatu keadaan mengapa fetus masih dipertahankan di dalam uterus karena masih adanya fetus yang masih hidup atau adanya corpus luteum yang masih ada, dan ada hubungannya dengan fetus tunggal atau ganda

Mumifikasi yang ada hubungan dengan corpus luteum persisten dijumpai terutama pada sapi dan jarang pada anjing. Karena pemeliharaan gravid pada kedua spesies ini dilakukan oleh progesterone yang dihasilkan corpus luteum, pada spesies lainnya progesterone dihasilkan plasenta fetus setelah pertengahan masa kebuntingan dan corpus luteum telah involusi.
 
Mumifikasi tidak terjadi dalam 3 bulan pertama masa kebuntingan karena kematian embrio fetus sebelum terjadi tulang biasanya diikuti absorbsi atau resorbsi fetus dan jaringan plasenta, kematian fetus pada bulan-bulan terakhir atau 6 minggu terakhir disertai mumifikasi fetus sering tidak diketahui pada waktu partus (stillbirth). Pada sapi dikenal static fetal carrier. Mumifikasi dapat terjadi dan diikuti oleh invasi ke uterus dan berakibat maserasi dari uterus.
 
Ada dua tipe mumifikasi yaitu :
1.Tipe hematik
Terjadi perdarahan dengan derajat tertentu antara endometrium dan membrane fetalis. Pada sapi bisa terjadi pada semua umur dan biasanya mengenai satu fetus tapi bisa juga kedua fetus. Pada sapi terjadi pada bulan ke 3-8 masa kebuntingan, tapi umumnya setelah bulan ke 5.bila didiagnosa maka akan dijumpai fetus tetap di uterus walaupun melampaui masa bunting.
Penyebabnya : sama dengan sebab-sebab kematian fetus normal, juga bisa disebabkan karena faktor genetic
2.Papyraceous mummification
Fetus lahir dalam keadaan mati kering terbungkus oleh selubung fetusnya dan selubung ini basah mengkilat. Yang spesifik adalah mummi ini terdapat diantara fetus-fetus lain yang terus tumbuh dan lahir hidup.
 
Pengeluaran mumifikasi pada fetus :
  • 50-80 mg stillbestrol atau 5-8 mg estradiol, menyebabkan relaksasi cervix dan involusi corpus luteum, expulsi fetus.
  • ± 80% mumifikasi dengan penyuntikan tunggal estrogen cukup dan fetus keluar 37-72 jam kemudian.
  • Dosis tinggi tunggal estrogen biasanya pada sapi berhasil mendilatasi cervix atau expulsi fetus 24-36 jam.
  • Konsepsi biasanya terjadi 1-3 bulan selanjutnya.

Tags:  Artikel Peternakan Mumifikasi fetus mumifikasi pada sapi tipe mumifikasi penanganan mummifikasi
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >

Artikel Terkait

Creative Commons License