Pusat Kesehatan Hewan | Animals Health Care Center

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Retensi plasenta pada sapi perah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Wednesday, 10 September 2008
Retensi plasenta atau retensi membran fetus merupakan kondisi umum yang terjadi pada hewan terutama sapi perah. Secara fisiologis membran fetus dikeluarkan pada waktu 3-8 jam post partus. Jika plasenta menetap lebih lama dari 8-12 jam maka kondisi ini dianggap patologis dan terjadilah retensi plasenta.

Pada dasarnya retensi plasenta adalah kegagalan pelepasan villi kotiledon fetal dari kripta karunkula maternal. Sesudah fetus keluar dari korda umbilikalis putus, tidak ada darah yang mengalir ke villi fetal dan villi tersebut berkerut dan mengendur. Uterus terus berkontraksi dan sejumlah darah yang tadinya mengalir ke uterus sangat berkurang. Karunkula meternal mengecil karena suplai darah berkurang dan kripta pada karunkula berdilatasi. Pada retensi plasenta, pemisahan dan pelepasan villi fetalis dari kripta maternal terganggu dan terjadi pertautan.

Etiologi
Penyebab terjadinya retensi menurut Toeliehere (1985) adalah adanya infeksi uterus selama kebuntingan. Jasad-jasad renik seperti Brucella abortus, Tuberculosis, Camphylobacter foetus dan sebagian jamur menyebabkan Plasentitis dan Cotyledonitis yang mengakibatkan abortus atau kelahiran patologis dengan retensio secundinae. Adanya kelemahan dan atoni uterus karena berbagai penyakit juga bisa mengakibatkan retensi plasenta. Penyebab lain terjadinya retensi plasenta menurut Partodiharjo (1980) adalah gangguan mekanis yaitu selaput fetus yang sudah terlepas dari dinding uterus, tetapi tidak dapat terlepas, dan keluar dari alat kelamin karena masuk ke dalam kornu uteri yang tidak bunting, kurangnya kekuatan untuk mengeluarkan sekundinae setelah melahirkan dan gangguan pelepasan sekundinae dan karunkula dari induknya.

Gejala klinis
Gejala pertama yang sering terlihat adalah selaput fetus yang menggantung di luar vulva 12 jam atau lebih sesudah kelahiran normal, abortus atau distokia. Kadang selaput fetus tidak keluar melewati vulva tetapi menetap di dalam uterus dan vagina. Sekundinae sering menggantung sampai jauh ke bawah, sehingga dapat terinjak sapi lain. Kadang-kadang ada rasa sakit perut, ekor digerak-gerakkan, bagian belakang kaki menjadi kotor dan terlihat kontraksi uterus yang lemah. Ada bau spesifik dari alat kelamin yaitu bau sekundinae yang mulai mengalami pembusukan. Kotoran berwarna coklat keluar dari kelamin yang mengotori ekor, pantat, dan kaki belakang. Induk kelihatan depresi, produksi air susu menurun karena nafsu makan menurun, respirasi cepat, suhu tubuh meningkat.

Pemeriksaan
Pemeriksaan terhadap selaput fetus sebaiknya dilakukan sesudah partus untuk mengetahui terjadinya retensi atau tidak. Pemeriksaan melalui uterus harus dilakukan dalam waktu 24–36 jam. Sesudah 48 jam biasanya sulit atau tidak mungkin memasukkan tangan ke dalam uterus kalau tidak ada selaput fetus di dalam servik. Adanya selaput fetus dalam servik cenderung menghambat kontraksi servik.

Pengobatan
Pertolongan terhadap retensi menurut Hardjopranjoto (1995) ditujukan pada pengeluaran sekundinae atau plasenta dari alat kelamin secepat-cepatnya dan diupayakan agar kesuburan induk penderita tetap baik. Penyuntikan subkutan atau intramuskuler horman oksitosin dengan dosis 100 IU untuk hewan besar. Tujuannya untuk mendorong kontraksi uterus. Pertolongan lain yang dapat dilakukan dengan pengeluaran sekundinae secara manual. Dianjurkan pelepasan ini dilakukan sebelum 48 jam pasca lahir. Bila ada infeksi, setelah selesai mengeluarkan sekundinae, diadakan pencucian dengan larutan antiseptik intrauterin seperti rivanol 1%. Pengobatan umum yang harus diberikan pada induk yang menderita retensio secundinarum adalah memberi ransum pakan yang baik dan mudah dicerna, kandang yang bersih, udara bersih, bebas dan cukup terang.


Tags:  Artikel Peternakan Retensi plasenta
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
 efrizal tanjung
 Arie Rosman
 Awaluddin bin yusuf
 linda pertiwi
 usman jalaluddin
 ayu vera
 Dewi Anggreini
 theresia murni
 ratih soekotjo
 lailatun nafisah
 farahiyah darayani
 monika andriani
 Andi Busrawi
 ANIS  PRAMUNDARI PRAMUNDARI
 Abrit Cinde
 appolinr appolinr
 Adinda Arhasya
 bubeffows bubeffowsTF
 Arman syah
 Shinta RM
 WesmapMem WesmapMemJN
 Saraunink SarauninkEH
 meriana meriana
 Subair Seorang
 imagendepucca Zephyr
 kabbezyan kabbezyanOR
 vazyebeetes vazyebeeFA
 Stankozavr Павел
 Prielslib PrielslibFN
 Accoupecruimi AccoupecruimiTO
 wippemiatep wippemiatepAG
 banqimula bzxmqsjmuLU
 JohnUU JohnUUHS
 Hextaftedia HextaftediaDH
 appexttup appexttupMB
 carpinteyrotcg carpinteyrotcg

Pilih Bahasa:


Login

Find Us On Facebook

www.vet-klinik.com on Facebook
www.vet-klinik.com on Facebook

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2605
mod_vvisit_counterYesterday3838
mod_vvisit_counterThis month62690


eXTReMe Tracker