Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 189 |
![]() | Yesterday | 518 |
![]() | This month | 2596 |
You are here: Home
Sep
14
2008
| Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Monday, 15 September 2008 | |||||||
|
Kebumen. Masyarakat saat ini harus hati-hati saat membeli produk-produk dalam kemasan baik di toko, pasar tradisional maupun di swalayan maupun supermarket. Memilih dan mengamati secara teliti adalah satu upaya yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang akan dibeli benar-benar layak dikonsumsi. Mengapa demikian, sebab masih ada produk-produk yang sudah kadaluarsa belum ditarik dari peredaran dan masih dijual. Tidak hanya di toko kecil, pasar namun di swalayan sekalipun. Ya, fakta tersebut terungkap saat tim gabungan dari Pemkab Kebumen mengelar operasi terhadap produk dalam kemasan di sejumlah swalayan dan supermarker di Kebumen, Senin (15/9). Saat melakukan inspeksi mendadak di sebuah supermarket di kawasan Jalan Pahlawan Kebumen, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Satuang Polisi Pamong Praja serta dari Komisi B DPRD Kebumen menemukan sejumlah produk yang tidak layak dijual. Salah satunya ditemukan dua produk susu khusus bayi 4-6 tahun dalam kemasan yang sudah kadaluarsa. Dengan jelas masa expired produk tersebut tertulis hingga Juli 2008. Namun oleh pihak supermarket produk tersebut belum ditarik dari rak penjualan. Sehingga dimungkinkan jika konsumen tidak hati-hati memilih dapat dibeli. JIka itu dikonsumsi oleh bayi, tentu saja dapat berengaruh buruk bagi kesehatannya. Selain itu, ditemukan pula sejumlah produk biskuit yang tanpa disertai masa kadaluarsa. Padahal salah satu hak konsumen adalah mengetahui informasi terkait produk yang akan dibelinya. Tanpa informasi tersebut, sulit mengetahui apakah produk tersebut masih layak dikonsumsi atau tidak. Lagi-lagi benteng terakhir berada di tangan konsumen. Yang cukup memprihatinkan, produk yang sudah rusak kemasannya tetap saja masih ada yang dijual. Petugas menemukan puluhan produk serbuk kesehatan yang bentuk dan wujud produk sudah berubah dan basah juga masih dijual salah satu supermarket terbesar di Kebumen itu. Parahnya lagi, produk kesehatan tersebut tidak mencantumkan sertifikat Produk Indutri Rumah Tangga (PIRT). Petugas pun akhirnya mengamankan produk-produk tersebut. Hal itu dilakukan tidak lain untuk melindungi konsumen dari makanan yang berbahaya. Temuan makanan yang berbahaya tersebut ditarik dari peredaran untuk diambil sampelnya dan diuji laboratorium. Peringatan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kebumen dokter Hj Rini Kristiani MKes menjelaskan, pihaknya memberi peringatan serta melakukan pembinaan kepada pihak supermarket agar tidak lagi menjual makanan serupa. “Kegiatan ini kami lakukan untuk memantau dan mengawasi peredaran makanan dan minuman berbahaya, sebagai upaya melindungi konsumen terutama menjelang lebaran,” kata dia. Floor Manajer Swalayan Rita Pasaraya Natalius mengaku setiap hari pihaknya sudah melakukan kontrol terhadap produk yang dijual. Dia berdalih, masih ditemukan produk kadaluwarsa karena kesalahan di bagian checking barang. Atas kesalahan itu, pihaknya berjanji akan lebih mengetatkan pengawasan barang. "Kami juga akan segera menarik barang-barang tersebut," katanya. Sebelumnya inspeksi mendadak juga digelar di sejumlah swalayan di Gombong dan Karanganyar. Namun dalam operasi tersebut petugas tidak menemukan produk-produk yang tidak layak dijual. Sidak juga dilanjutkan sejumlah swalayan di wilayah kebumen timur yakni di Kecamatan Kutowinagun dan Prembun. Kepala Disperindagkop Dirman Supardi SH menyebutkan, operasi yang sama juga digelar di pasar tradisional. Intinya sama, yakni untuk melindungi masyarakat dari produk-produk yang berbahaya dan tidak layak di konsumsi.."Menjelang Lebaran ini kami terus meningkatkan pengawasan terhadap produk yang berbahaya," ujar Dirman Supardi yang didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk Perlindungan Konsumen, Agung Patuh. (CyberNews) Tags: Berita Terbaru Berita Peternakan Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa susu kadaluarsa
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- Anjing selamatkan wanita tua
- anjing dapat menyebabkan kanker pada manusia
- Alergi Kucing Bisa Sebabkan Asma
- Larangan Impor Induk Ayam Dicabut
- Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT
- Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih
- Ancaman Penyakit Pandemi Jemberana
- Bocah Tewas Digigit Anjing
- Ekskavasi Fosil Tengkorak Mammoth Langka
- Amukan Gajah Belum Teratasi di Aceh Jaya
- Dusun Sanden Terserang Flu Burung
- Sapi Grobogan pun hidup susah
- Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar
- Ilmuan Penyebar Anthrax Bunuh Diri
- Gagak "yang mengira dirinya seekor anjing"
- Karapan Kelinci Mulai Populer Di Madura
- Memasukkan Hewan ke Kalbar Harus Izin Gubernur
- Pengusutan Trenggiling Diperkirakan 10 Hari
- Ikan dan Udang Tahan Hidup di Kedalaman 2.300 Meter
- Stasiun Karantina Cilacap Musnahkan Sapi Impor Selandia Baru
- Spesies Ular Terkecil Ditemukan di Barbados
- Hadapi Jamur, Katak Pun Berjemur
- Katak Afrika Keluarkan Cakar Saat Terancam Bahaya
- Lele Vampir Ditemukan di Hutan Tropis Guyana
- Kebutuhan Ayam dan Telur Naik
- Gajah Liar Rusak Kebun Singkong
- Ikan di Daerah Antartika Antibeku
- Anjing pun bisa kesal
- Liger, Kucing Terbesar di Dunia
- Anjing Kecanduan Celana
- Anjing serang bayi perempuan
- Dokter Hewan Internasional Konferensi di IPB
- Pemkot Lampung Anggarkan Rp300 juta Untuk RPH
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Langka di Internet
- Google Ungkap keunikan Sapi
- Fosil Hewan Berusia 700 Ribu Tahun Ditemukan di Sragen
- kenapa lalat sulit dipukul?
- Burung Hantu Untuk Basmi Tikus
- Marhaban Ya Ramadhan
- Pedagang Minta Distan Lakukan Razia Daging Glonggongan
- Petugas Medan Sita Orangutan
- Kondisi Tiga Pasien Dugaan Flu Burung Membaik
- Kurangi daging demi lingkungan
- Gajah pemadat jalani rehab
- Peternak cilik di Inggris
- Pelukan tenangkan simpanse
- Radiasi Ponsel Turunkan Populasi Burung?
- Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga
- AS Imbau Hindari Susu Formula Buatan Cina
- Lima Lumba-lumba Terdampar di Pantai Brebes
- Dua Lumba-lumba Dilepas Kembali ke Laut
- Tiga Ekor Gajah Liar Mati Saat Ditangkap
- WWF Minta Aparat Usut Kematian Dua Gajah Sumatera
- Burung Cicak Daun di TN Gunung Halimun Terancam Punah
- Taman Burung Bakal Dibangun di Benteng Somba Opu
- Simpanse Lebih Suka Makanan yang Dimasak
- Hati Manusia Bisa Diganti Hati Babi
- Australia Klasifikasi 113 Spesies Baru Ikan Hiu dan Pari
- Babi Wariskan Gen Menyala dalam Gelap
- Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa
- Eureka semut asal planet mars
- Daftar Produk Susu dan Makanan China Yang Dilarang beredar
- Brachylophus bulabula, spesies baru iguana
- Hiu Perawan Virginia Lahirkan Anak
- Atasi kotoran anjing dengan DNA
- Tujuh Ekor Orangutan Tiba di Jambi
- Lindungi populasi gajah dengan SMS
- Ilmuwan Desak Diberlakukannya Larangan Penangkapan Ikan Hiu
- Ikan Segar Picu Inflasi
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Maraknya Telur Melamin
- Wall-Mart Tarik Telur China
- Melanin Dalam Telur
- Telur China Tercemar Melamin
- YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
- BBPOM Bali Memusnahkan Makanan Bermelamin
- BPOM Memusnahkan Produk Bermelanin
- Mazoola Datangkan 20 Satwa Afrika ke Lamongan
- Semut Pedalaman Lebih Suka Garam
- Ngengat Vampir Ditemukan di Siberia
- Belalang Ranting Serangga Terpanjang
- 1.500 Anjing Mati Keracunan Melamin
- RPU Bengkulu Dibubarkan
- Itik Bengkulu Dipatenkan
- jaminan 1 milyar, Pelihara Hewan Langka Jadi Legal
- 3 macan lepas dari truk
- AWAS, Daging Kimia Beredar!
- Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
- Sapi Kaki Lima Dihargai 100juta
- Bertambah Lagi Korban Akibat Rabies
- Kasus rabies, di Kabupaten Ende
- Anjing Rabies Gigit Ratusan Warga Flores
- Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
- Belasan Ribu Anjing di Kalteng Belum Divaksin Rabies
- Telur Afkir Bukan Telur Bermelanin
- Konsumsi Telur Masih Rendah
- Gas Buangan Kanguru Hambat Pemanasan Global
- Mengganti Sapi dengan Kanguru, Cegah Pemanasan Global
- Genetika Kanguru Serupa Dengan Manusia
- BPOM Gorontalo Minta Susu Qashmir Ditarik
- Kawanan Lutung Bertamu ke Rumah Penduduk
- Harimau Sumatera Mangsa Ternak
- Bali, Puluhan Anjing Dimusnahkan
- 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax
- Sekuensing Virus AI Dari Lalat Dan Ayam
- Mengatasi wabah rabies di Bali
- Bali, 196 Ekor Anjing Dimusnahkan
- Dari Sapi Bali Lahir Sapi Unggul























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...