Pusat Kesehatan Hewan | Animals Health Care Center

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home arrow Kategori Artikel arrow Pets Animals arrow Otitis eksterna pada anjing dan kucing

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Otitis eksterna pada anjing dan kucing PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Thursday, 17 July 2008
Otitis eksterna atau keradangan pada saluran telinga eksternal,adalah kondisi yang sering terjadi pada kucing. Tersifat dengan keradangan pada komponen jaringan lunak dari saluran telinga eksternal. Otitis pada telinga luar sering terjadi dan umum karena telinga bagian luar lebih sering kontak atau terekspose dengan benda asing, bakteri dan jamur, ear mites dan air yang kotor.

Beberapa faktor yang menjadi predisposisi penyakit ini adalah :
  • Konformasi atau anatomi telinga yang abnormal
  • Adanya air atau rambut dalam telinga
  • Alergi
  • Trauma
  • Tumor
  • Material asing di telinga
  • Parasit
  • Penyakit Autoimmune
  • Generalized skin disease

otitis eksterna
otitis eksterna 

Berdasarkan tingkat keparahan penyakit, otitis eksterna dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.Otitis Eksterna Akut
2.Otitis Eksterna Kronis

Diferential diagnosa
Masalah medis yang lain dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan otitis eksterna, sehingga penting untuk mempertimbangkan kondisi-kondisi di bawah sebelum meneguhkan diagnosa pasti. Misalnya :
  • Atopy. Kucing dengan penyakit gatal pada kulit yang disebabkan alergi, biasanya terjadi otitis eksterna.
  • Penyakit Autoimmune
  • Contact allergy
  • Demodicosis
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Food allergy
  • Benda asing
  • Penyakit telinga seperti, hyperplasia atau polyps
  • Parasit seperti ear mites, yang 50% bertanggung jawab terhadap otitis pada kucing
  • Sebaceous adenitis
  • Seborrhea
  • Trauma
  • Tumor: squamous cell carcinoma (lebih sering pada kucing daripada anjing), histiocytomas, sebaceous gland adenomas, adenocarcinomas, basal cell tumors,mast cell tumors, chondromas, chondrosarcomas, trichoepitheliomas, apocrine gland adenomas, fibromas, fibrosarcomas, dan papillomas.

Diagnosis
Untuk meneguhkan diagnosa penyakit otitis dapat dilakukan uji-uji di bawah ini :
  • Riwayat kasus dan pemeriksaan fisik dengan perhatian khusus terhadap telinga dan kulit
  • Sitologi, yang melibatkan pengambilan sampel dari telinga atau eksudat dan memeriksakannya di bawah mikroskop.
  • Urinalysis untuk evaluasi ginjal dan vesica
  • Uji kadar Thyroid untuk menentukan adanya hypothyroidismus, yang merupakan gangguan endokrin yang paling umum yang menyebabkan otitis externa pada kucing
  • Skin scraping untuk melihat adanya tungau seperti Demodex

Beberapa pets (anjing dan kucing) juga memerlukan uji diagnostik tambahan untuk menentukan penyebab penyakit ini, misalnya pets yang memiliki respon terhadap obat rendah, pets dengan abnormalitas kulit, atau pets yang memilki masalah kesehatan yang lain. Diagnostik test yang lain tersebut meliputi:
  • Kultur dan sensitifitas. Prosedur ini termasuk pengambilan sampel kotoran telinga dan mengirimkannya ke laboratorium untuk mengidentifikasi adanya bakteri spesifik.
  • Radiographs (X-rays) untuk menentukan kesehatan saluran dan tulang telinga
  • Complete blood count (CBC) and profil biokimia untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya infeksi
  • test kulit
  • Uji Alergi untuk menentukan apakah hewan alergi terhadap benda-benda yang mungkin mengiritasi telinga dan juga kulit.

Treatment
Treatmen untuk otitis eksterna meliputi di bawah ini :
  • Membersihkan telinga. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan larutan ke dalam saluran telinga di rumah atau oleh dokter hewan. Infeksi yang bersifat moderate sampai akut akan memerlukan sedasi.
  • Terapi topikal. Biasanya terdiri dari medikasi telinga yang dioleskan ke dalam telinga satu atau dua kali sehari. Obat spesifik tergantung dari penyebab infeksi.
  • Terapi sistemik dengan glucocorticoids (steroids) untuk mengurangi nyeri dan keradangan
  • Terapi antibiotik untuk menghindari infeksi bakterial akut atau ulkerasi
  • Terapi antifungal untuk menghindari infeksi jamur
  • Anti-allergy therapy

Tags:  Artikel Pets Animals Otitis eksterna pada anjing dan kucing alergi trauma otitis eksterna faktor predisposisi anatomi abnormal atopy autoimune skin disease
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >
 Pullet pkp
 junie suryaningsih
 ARGA SAWUNG KUSUMA
 Kanda Yanuar Muhamad
 Lulu Dogieluva
 Mariana Ferdinandez
 hilda camelia
 bang juned
 MEKA DIAN PUTRA
 usman jalaluddin
 Drh. Sagitarini
 Ismail Nugroho
 admin
 Ismail Nugroho
 lailatun nafisah
 I Made Danu
 winanda nugraha
 raras army
 dcyi veterinery
 hana lucky
 dedi kusmana
 Mitro Susilo
 Tri Agus
 Fiona S. Kalyana
 rezky eko muliawan
 tri cah
 Gianni Alfredy
 admin
 Pullet pkp
 stefanus riady
 Ferry Njo
 John Palulungan
 herman nurdin
 usman jalaluddin
 nendira rahma
 meli melidawati

Pilih Bahasa:


Login

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday521
mod_vvisit_counterYesterday889
mod_vvisit_counterThis month11931

Artikel Terkait



eXTReMe Tracker