Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir
no comments






![]() | Today | 286 |
![]() | Yesterday | 455 |
![]() | This month | 8495 |
You are here: Home
Kategori Artikel
Pets Animals
Penyakit heartworm disease
Kategori Artikel
Pets Animals
Penyakit heartworm disease
Jul
16
2008
| Penyakit heartworm disease |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Thursday, 17 July 2008 | |||||||
|
Etiology penyakit heartworm disease pada anjing disebabkan oleh cacing dirofilaria immitis. ketika dewasa cacing dirofilaria immitis hidup di ventrikel kanan, arteri pulmonalis & vena cava Makroskopik : Cacing panjang, langsing, 20-30 cm. ekor cacing jantan berbentuk spiral yang khas untuk filaroids. Ukuran & lokasi khas untuk Dirofilaria immitis Mikroskopik : Mikrofiaria dlm darah tdk punya selubung. Panjang 307-332µm, lebar 6,8µm. Ujung anterior lonjong, ujung posterior tumpul. Lokasi : sistem cardiovasculer Hospes : anjing, kadang2 kucing Hospes Intermedier/vektor : nyamuk
cacing dirofilaria immitis
Pathogenesis Jika jumlah cacing dirofilaria immitis sedikit, gejala yang ditimbulkan belum nampak. Pada infeksi berat cacing dirofilaria immitis menyumbat sirkulasi sehingga menyebabkan gagal jantung bagian kanan sehingga jantung mengalami kongesti yg kronis. Cacing yg masih aktif menyebabkan endocarditis pd katup jantung dan endarteritis pulmoner proliferatif yang diakibatkan adanya respon thd produk2 yg di ekskresi oleh cacing tersebut. Gumpalan cacing yang hidup/mati dapat menyebabkan emboli paru-paru Stlh ± 9 bln terjadi hipertensi pulmoner menyebabkan dikompensasi dengan terjadinya hipertropi ventrikel kanan sehingga dapat menyebabkan gagal jantung kongestif yg ditandai dengan terjadinya edema dan acites Gumpalan cacing dirofilaria immitis yang menyumbat di vena cava posterior menyebabkan sindroma vena cava yang ditandai dengan hemolysis, hemoglobinuria, bilirubinemia, ikterus, anoreksia, collaps dan dalam 2-3 hari bisa menyebabkan kematian. Sumbatan mikrofilaria pada pembuluh darah ginjal jarang terjadi. ![]() siklus hidup heartworm disease
Pada infeksi berat yang disebabkan oleh cacing dirofilaria immitis biasanya anjing menjadi lemah dan tidak aktif Batuk ringan tapi kronis, pada stadium lanjut dapat menyebabkan batuk disertai darah Sesak nafas, edema, acites Sindroma vena cava akut: hemoglobinuria, ikterus, collaps ![]() cacing dirofilaria immitis pada jantung anjing Diagnosis Berdasar gejala, berupa gangguan pada jantung/cardiovasculer, adanya mikrofilaria dlm darah. Apabila dilakukan foto thorax terdapat penebalan arteri pulmonalis, hipertropi pd ventrikel kanan Angiography Pengobatan Obat-obatan yang sering dipakai untuk mengobati infeksi cacing dirofilaria immitis biasanya digunakan obat-obatan untuk gangguan jantung seperti: Thiacetarsamide iv 2x/ hari salama 3 hari dapat membunuh ccg dewasa, Anjing harus di istirahatkan selama 2-6 minggu (hati-hati 2 dlm penggunaan obat) Dithiaziamine, levamizole peroral selama 10-14 hari Evermectin single dose Operasi utk mengambil ccg dewasa Kontrol : thd nyamuk
Tags: Artikel Pets Animals penyakit heartworm disease pada anjing dirofilaria immitis spiral siklus hidup diagnosa anterior cardiovaskuler nyamuk
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Artikel Terkait
- kolibasilosis pada unggas
- Newcastle Disease
- Retensi plasenta
- pneumonia pada sapi
- Tubercolusis pada sapi
- Penyakit marek's pada unggas
- Leptospirosis pada babi
- ascariasis pada unggas
- Infectious Laryngotracheitis (ILT)
- Dilatasi Esofagus
- Neoplasia akibat infeksi Spirocerca lupi
- Helminthiosis
- cacar unggas (Avian Pox)
- Gumboro (Infectious Bursal Disease)
- Infectious Bronchitis (Bronkhitis Infeksiosa) pada unggas
- Chronic Respiratory Disease (CRD)
- Snot (Coryza) pada ayam
- Berak Kapur atau Pullorum pada unggas
- Eimeria yang sering menyerang unggas
- Berak Darah (Koksidiosis)
- Pasteurellosis atau Kolera unggas
- Abortus pada sapi yang disebabkan oleh jamur
- Brucellosis pada sapi
- vibriosis atau campilobakteriosis pada sapi
- Penyakit rabies
- Canine Parvovirus pada anjing
- Breeding pada Anjing Pomeranian
- Giardiasis pada anjing
- Cara Memilih Kucing Persia Sebagai Indukan
- Periode atau Masa Kebuntingan Pada Kucing
- Defisiensi nutrisi pada ayam
- Ascaridia galli pada unggas
- Metode Perkawinan kucing Persia
- Persiapan sebelum partus atau melahirkan pada kucing
- Persiapan ketika kucing akan melahirkan
- Program Vaksinasi Pada Kucing
- Ctenocephalides felis pada kucing
- Otitis Interna
- Otitis eksterna pada anjing dan kucing
- Susu (Colostrum) pengganti untuk anjing
- Ancylostomiasis Pada Anjing
- Rhipicephalus Sanguineus pada anjing
- Distemper anjing atau canine distemper
- Penyakit mulut dan kuku
- Penyakit Jembrana (JD)
- Koksidiosis pada anjing dan kucing
- Dermatitis pada hewan kesayangan
- Radang usus besar (colitis)
- Scabies
- Flu pada kucing (Feline Viral Rhinotracheitis)
- Pertimbangan Sebelum Kucing dibawa Ke Tempat Tidur
- Feline Calicivirus Disease (FCD)
- AIDS pada kucing (Feline Immunodeficiency Virus)
- Feline Panleukopenia
- Yellow fever
- Breeding Soundness Examination (BSE) pada sapi
- Prolapsus Uteri
- Retensi plasenta pada sapi perah
- Inseminasi Buatan (IB) atau Kawin Suntik
- Listeriosis pada sapi
- Mumifikasi fetus
- Hubungan antara gangguan ovulasi dengan infertilitas
- cascado
- Taeniasis pada babi
- Penyakit sapi gila
- 1.500 Anjing Mati Keracunan Melamin
- Bertambah Lagi Korban Akibat Rabies
- Kasus rabies, di Kabupaten Ende
- Anjing Rabies Gigit Ratusan Warga Flores
- Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
- Belasan Ribu Anjing di Kalteng Belum Divaksin Rabies




















