eXTReMe Tracker
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Pilih Bahasa:


Login

Kommentar Terakhir

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday223
mod_vvisit_counterYesterday518
mod_vvisit_counterThis month2630

Syndicate

You are here: Home

Download Our Toolbar. Free, Private and Secure
Aug 26 2008
Radang usus besar (colitis) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Wednesday, 27 August 2008
Colitis adalah penyakit radang pada kolon (Usus besar)
Sinonim:
  • IBD (Inflamatori Bowel Disease)
  • SBS (Spastic Bowel Syndrome)
  • IBS (Inflamatori Bowel Syndrome)
  • Lymphositic Plasmacytic Inflamatori Bowel Disease
Colitis dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  • Lymphocytic-plasmacytic colitis, biasa dijumpai pada anjing. Penyebab pastinya belum jelas, mungkin disebabkan karena reaksi yang berlebihan dari sistem imun.
  • Histiocytic ulceratif colitis, dicirikan dengan adanya ulcer dan radang pada colon. Dijumpai pada anjing Boxer muda.
  • Granulomatous colitis, tidak diketahui secara pasti. Granulomatous merupakan tipe sel radang yang ditemukan pada radang Colon ini.
  • Eosinophilic colitis, dicirikan dengan adanya eosinophil pada radang, yaitu tipe sel darah putih yang dijumpai karena adanya reaksi alergi makanan atau karena infeksi parasit.


Etiologi:
  • Traumatik : dari faktor internal, karena benda asing dan materi atau benda yang bersifat abrasif. Ada sebagian anjing yang secara tidak sengaja makan rumput dan jerami. Serat yang tidak dapat dicerna dari makanan ini dapat mengiritasi usus besar. Faktor eksternal misalnya karena trauma benda tumpul, misalnya karena tertabrak mobil.
  • Uremia
  • Alergi, karena diet protein dan mungkin karena protein pada bakteri.
  • Karena penyebab radang atau reaksi imun. Seperti Lymphoplasmacytic, eosinophilic, granulomatous, dan histiocytic.
  • Umur dan jenis kelamin tidak menentukan atau tidak berhubungan dengan Colitis, kecuali Histiocytic ulcerative cilitis yang lebih sering menyerang anjing Boxer muda.
  • Karena infeksi :
  1. Bakteri : Clostridia, Salmonela, E.coli, Campylobacter, dan yang lain.
  2. Virus : Corona virus, dan pari virus.
  3. Agen Jamur : Agen penyebab Histoplasmosis, pythiosis, dan protothecosis.
  4. Parasit cacing : cacing cambuk dan cacing kait.
  5. Parasit protozoa : Trichomonas, Amoeba, Balantidium, dan Giardia.
  • Diet intoleran atau reaksi alergi. Dalam kasus ini, Colitis sering terjadi reaksi pada spesifik protein, tapi juga dapat dihubungkan dengan laktosa, lemak yang tinggi dan makanan tambahan tertentu.
  • Diet yang tidak baik, misalnya makanan yang sudah basi, makan yang berlebihan, makan benda asing yang tercampur dalam makanan, serta perubahan diet yang mendadak.
  • Pancreatitis (radang pada prancreas), menyebabkan adanya darah dan mukus pada feses.
  • Gangguan pembekuan darah, karena gangguan fungsi hati, beberapa racun tikus, dan rendahnya total platelet (Thrombocytipenia) dapat menyebabkan adanya darah dalam feses.
 
Gejala Klinis
•    Sejarah penyakit
•    Perubahan konsistensi feses dari normal menjadi agak cair
•    Tingginya defekasi dengan volume yang sedikit
•    Fomitus dijumpai pada 30% anjing
•    Diare kronis sering dengan mukus atau jarang
•    Anjing dengan istiocytic ulseratif colitis sering menunjukkan pengurangan berat badan dan anoreksia
•    Penurunan berat badan
•    Penurunan nafsu makan

Diagnosa
Tes diagnosa dilakukan untuk mengidentifikasi colitis dan membedakan dengan penyakit lain. Pemeriksaan secara lengkap dari sejarah individu, dengan menggunakan pengujian rektal  dan abdominal palpasi adalah langkah pertama untuk melakukan diagnosa yang akurat. Pemeriksaan feses terhadap anjing yang diduga menderita colitis, dilakukan untuk mengevaluasi telur dari adanya predileksi dari cacing dan membedakan dengan protozoa.   Parasit adalah salah satu penyebab colitis paling sering dalam kasus colitis pada anjing.
Pemeriksaan darah juga perlu dilakukan untuk mendukung adanya infeksi atau radang dengan mengidentifikasi sel darah putih, untuk mengetahui adanya anemia karena kehilangan darah secara kronis yang terbawa dalam feses yang sering terjadi pada kasus colitis.
Diagnosa dapat juga dilakukan dengan pengujian serum secara biokimia, Test urinasi dapat dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal. Pemeriksaan abdomen dengan menggunakan sinar-X juga dapat membantu untuk mengetahui adanya abnormalitas organ limpa nodus dan kelenjar prostat yang mungkin dapat menekan colon yang kemungkinan dapat menyebabkan gejala colitis. Pemeriksaan dengan sinar-X direkomendasikan terhadap anjing tua yang diduga menderita kanker, sehingga perlu dilakukan evaluasi apakah terjadi metastasis.
Uji terhadap serum trypsin like immunoreactivity diperlukan untuk membantu diagnosa terhadap anjing yang menderita colitis kronis. Uji ini akan membantu identifikasi adanya kerusakan pada pancreas.

Tags:  Pets Animals Radang usus besar colitis pada anjing colitis pada kucing
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Tag it:
Delicious
Furl it!
Spurl
Digg
Reddit
YahooMyWeb
NewsVine
< Sebelumnya   Berikutnya >

Berlangganan Via Email

Anggota Online

21 tamu sedang online
Creative Commons License