Kategori Artikel
Pets Animals
Rhipicephalus Sanguineus pada anjing
| Rhipicephalus Sanguineus pada anjing |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Thursday, 17 July 2008 | |||||||
|
•Ciri-Ciri : a.Inornate b.Memiliki mata dan feston c.Hypostoma dan palpus pendek d.Basis kapituli berbentuk hexagonal e.Spirakulum berbentuk koma, tumpul, atau memanjang f.Tergolong dalam caplak keras (family ixodidae): Perbedaan caplak keras dan caplak lunak : -Caplak keras : punya skutum, gnatosoma ada di tepi anterior dari idiosoma -Caplak lunak : tidak punya skutum, gnatosoma di bagian ventro anterior Perbedaan caplak jantan dan betina : -caplak jantan: skutum menutupi seluruh bagian dorsal -caplak betina: skutum hanya menutupi sebagian kecil di belakang gnatosoma ![]() Rhipicephalus Sanguineus Siklus hidup Rhipicephalus Sanguineus merupakan caplak berhospes 3, biasanya adalah anjing. Caplak betina bertelur 2.000-4.000 butir yang menetas 17 – 30 hari dan kemudian larva menempel pada hospes 1 (rambut panjang belakang leher anjing). Larva menghisap darah 2-6 hari, jatuh, dan menyilih menjadi nimfa 5-23 hari. Lalu nimfa menempel pada hospes 2, terutama di belakang leher, menghisap darah 4-9 hari, jatuh, dan menyilih menjadi dewasa 11-73 hari. Yang dewasa kemudian menempel pada hospes ke3 yang sering pada hospes telinga dan sela-sela jari anjing, menghisap darah pada 6-21 hari dan lalu jatuh untuk bertelur. Larva tidak makan dapat hidup sampai dengan 8,5 bulan, nimfa dewasa 19 bulan. ![]() siklus hidup Rhipicephalus Sanguineus Patogenesis Rhipicephalus Sanguineus dapat menularkan Boutonneuse fever, Babesiosis anjing, Erlichiosis anjing dan sejumlah penyakit-penyakit lain termasuk Rocky Mountain Spotted Fever dan demam Q. Penanganan: Dengan menggunakan Acaricide baik secara spray maupun dipping, atau juga bisa menggunakan toxaphene 0,5% spray dapat mencegah reinfestasi >2 minggu. Pencegahan: a.Jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan b.Hindari kontak langsung dengan hewan atau tempat-tempat yang terdapat caplak Tags: Artikel Pets Animals Rhipicephalus Sanguineus pada anjing
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |







![]() | Today | 775 |
![]() | Yesterday | 1303 |
![]() | This month | 20955 |
Thanks Admin,artikelnya bagus, menamb...
waspada gan!!!