| Mutu Semen Diakui Asia -- Pasific |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Friday, 17 April 2009 | |||||||
|
Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran Meraih Sertifikat ISO 9001:2000
Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran berhasil meraih Sertifikat Iso 9001:2000, yang telah diserahkan melalui Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo baru-baru ini. Sertifikat ISO 9001:2000 adalah Sertifikat Akreditasi Sistem Manajemen Pelayanan yang dikeluarkan oleh United Registrar of Systems (URS), yaitu sebuah lembaga standarisasi independent tingkat internasional. Di Indonesia lembaga ini memberikan akreditasi melalui United Kingdom Accreditation Service (UKAS), yang merupakan satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah untuk menilai, terhadap standar internasional yang disepakati kepada organisasi yang memberikan sertifikasi, pengujian, kalibrasi dan inspeksi layanan. Hasil akreditasi oleh UKAS menunjukkan tampilan kompetensi, kenetralan dan kemampuan kinerja lembaga yang bersangkutan. Dengan mengantongi sertifikat ini maka BIB Ungaran dapat lebih mantap dalam memasarkan hasil produksi, yaitu semen beku sapi dan kambing. Sedangkan para konsumen juga akan lebih terjamin untuk mendapatkan semen beku bagi sapi dan kambingnya, dengan mutu tinggi, harga terjangkau dan pelayanan prima. Karena akreditasi oleh UKAS adalah kunci untuk memastikan bahwa konsumen, pemasok, pembeli dan specifiers dapat memiliki keyakinan dalam kualitas dan mutu di seluruh mata rantai pelayanan suplai. Ir. Lusi Mesrawati, MP, Kepala BIB Ungaran yang didampingi Drs. Sudarmono, Manager Representasi mengatakan pada saat ini BIB Ungaran dapat menghasilkan 250.000 dosis per tahun. Pejantan andalan yang ada sebanyak 27 ekor sapi berbagai jenis ( Simental, Limousin, Brahman, F.H dan Brangus) serta 13 ekor kambing PE. Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) adalah teknik memasukkan semen beku (mani) ke dalam organ reproduksi ternak betina yang sedang birahi, dengan menggunakan IB Gun agar terjadi kebuntingan. Di kalangan peternak IB lebih dikenal dengan kawin suntik dan sudah diterapkan di Indonesia sejak tahun 1953. Teknik IB bertujuan untuk meningkatkan mutu bibit, produktivitas dan populasi ternak. Lewat persilangan IB akan terjadi peningkatan fisik ternak (fenotipe) dan mutu ternak (genotipe). Selain itu dengan teknik ini akan diperoleh penyebaran bibit ternak yang lebih besar, karena sekali pengambilan semen (ejakulasi) untuk sapi dapat menghasilkan 5 cc, setelah diolah dapat menjadi 200 dosis. Berarti 1 ekor pejantan sapi sekali kawin dapat melayani 200 ekor sapi betina. Dalam keadaan normal pengambilan semen dilakukan setiap minggu.(sinar tani) Tags: Balai Inseminasi Buatan Sertifikat Iso 9001:2000 Sertifikat Akreditasi Sistem Manajemen Pelayanan United Registrar of Systems Teknologi Inseminasi Buatan
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Home |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |








![]() | Today | 1663 |
![]() | Yesterday | 1498 |
![]() | This month | 7068 |
kami membutuhkan info perusahaan peny...
Mohon maaf sebelumnya. Hendaknya kata2 vir...