Pilih Bahasa:
Login
Main Menu
| Home |
| Berita Terbaru |
| Kategori Artikel |
| Kirim Berita |
| Pencarian |
| Kontak |
| Tentang Kami |
| Forum Diskusi |
| Buku Tamu |
| Link Exchange |
| Pencarian Terbanyak |
| Sitemap |
Kommentar Terakhir






![]() | Today | 40 |
![]() | Yesterday | 518 |
![]() | This month | 2447 |
You are here: Home
Sep
08
2008
| Petugas Medan Sita Orangutan |
|
|
|
| Ditulis oleh admin | |||||||
| Monday, 08 September 2008 | |||||||
|
Perburuan orangutan (Pongo abelii) masih berlangsung. Warga banyak menemukannya dalam kondisi mengenaskan. Akhir pekan lalu petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara menyita orangutan dari warga Desa Sukarame Atas, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.
”Ini salah satu kasus saja. Masih banyak orangutan yang belum disita petugas. Hanya sedikit dari semua orangutan yang kami karantina diserahkan baik-baik oleh mereka yang menguasainya,” tutur Manajer Riset Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) Asril Abdullah, Minggu (7/9) di Sibolangit, Deli Serdang. Asril menuturkan, keberadaan orangutan di Sumatera khususnya dan di Indonesia umumnya makin terdesak karena perubahan fungsi hutan. Pusat rehabilitasi dan karantina orangutan di Sibolangit kini merawat 30 ekor sitaan dari warga. ”Sampai saat ini SOCP telah mengirim 105 orangutan ke Taman Nasional Bukit Tigapuluh Jambi untuk diliarkan ke alam bebas,” katanya. Ia mencatat, jumlah populasi orangutan di Sumatera tinggal 7.000 ekor. Paling banyak orangutan Sumatera terkonsentrasi di Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Toru. Pada awal 2007 Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat populasi orangutan sebanyak 45.000-69.000 ekor. Perwakilan Konsorsium Pusaka (lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan) Rulianto mengatakan, orangutan yang disita dari Pakpak Bharat ini lepas dari induknya. Ia mengatakan, pemilik orangutan bernama Asbi Tenendung (49) mendapatkan hewan berbulu itu di kawasan Register 67 Batu Ardan di lahan tanah adat marga Angkat. Kondisi orangutan terluka dan patah kaki. Ia menduga, orangutan bernama Goong Angkat sebelumnya terlibat konflik dengan manusia Perawatan Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut menyerahkan orangutan itu ke pusat rehabilitasi dan karantina orangutan di Sibolangit, Deli Serdang. Selanjutnya, Goong menjalani perawatan dan rehabilitasi sebelum dilepaskan ke habitat aslinya. Di kawasan yang sama, tutur Rulianto, pada tiga tahun silam petugas berhasil menyita dua orangutan. Tags: Berita Terbaru Petugas Medan Sita Orangutan
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya |
|---|
Artikel Terkait
- Anjing selamatkan wanita tua
- anjing dapat menyebabkan kanker pada manusia
- Alergi Kucing Bisa Sebabkan Asma
- Larangan Impor Induk Ayam Dicabut
- Brucellosis Masih Mengancam Ternak di NTT
- Boyolali Ajukan Tambahan Anggaran Air Bersih
- Ancaman Penyakit Pandemi Jemberana
- Bocah Tewas Digigit Anjing
- Ekskavasi Fosil Tengkorak Mammoth Langka
- Amukan Gajah Belum Teratasi di Aceh Jaya
- Dusun Sanden Terserang Flu Burung
- Sapi Grobogan pun hidup susah
- Industri Pengolahan Ikan Gulung Tikar
- Ilmuan Penyebar Anthrax Bunuh Diri
- Gagak "yang mengira dirinya seekor anjing"
- Karapan Kelinci Mulai Populer Di Madura
- Memasukkan Hewan ke Kalbar Harus Izin Gubernur
- Pengusutan Trenggiling Diperkirakan 10 Hari
- Ikan dan Udang Tahan Hidup di Kedalaman 2.300 Meter
- Stasiun Karantina Cilacap Musnahkan Sapi Impor Selandia Baru
- Spesies Ular Terkecil Ditemukan di Barbados
- Hadapi Jamur, Katak Pun Berjemur
- Katak Afrika Keluarkan Cakar Saat Terancam Bahaya
- Lele Vampir Ditemukan di Hutan Tropis Guyana
- Kebutuhan Ayam dan Telur Naik
- Gajah Liar Rusak Kebun Singkong
- Ikan di Daerah Antartika Antibeku
- Anjing pun bisa kesal
- Liger, Kucing Terbesar di Dunia
- Anjing Kecanduan Celana
- Anjing serang bayi perempuan
- Dokter Hewan Internasional Konferensi di IPB
- Pemkot Lampung Anggarkan Rp300 juta Untuk RPH
- Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Langka di Internet
- Google Ungkap keunikan Sapi
- Fosil Hewan Berusia 700 Ribu Tahun Ditemukan di Sragen
- kenapa lalat sulit dipukul?
- Burung Hantu Untuk Basmi Tikus
- Marhaban Ya Ramadhan
- Pedagang Minta Distan Lakukan Razia Daging Glonggongan
- Kondisi Tiga Pasien Dugaan Flu Burung Membaik
- Kurangi daging demi lingkungan
- Gajah pemadat jalani rehab
- Peternak cilik di Inggris
- Pelukan tenangkan simpanse
- Radiasi Ponsel Turunkan Populasi Burung?
- Isu Ayam Potong Berformalin Resahkan Warga
- AS Imbau Hindari Susu Formula Buatan Cina
- Supermarket di Kebumen Jual Susu Kadaluarsa
- Lima Lumba-lumba Terdampar di Pantai Brebes
- Dua Lumba-lumba Dilepas Kembali ke Laut
- Tiga Ekor Gajah Liar Mati Saat Ditangkap
- WWF Minta Aparat Usut Kematian Dua Gajah Sumatera
- Burung Cicak Daun di TN Gunung Halimun Terancam Punah
- Taman Burung Bakal Dibangun di Benteng Somba Opu
- Simpanse Lebih Suka Makanan yang Dimasak
- Hati Manusia Bisa Diganti Hati Babi
- Australia Klasifikasi 113 Spesies Baru Ikan Hiu dan Pari
- Babi Wariskan Gen Menyala dalam Gelap
- Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa
- Eureka semut asal planet mars
- Daftar Produk Susu dan Makanan China Yang Dilarang beredar
- Brachylophus bulabula, spesies baru iguana
- Hiu Perawan Virginia Lahirkan Anak
- Atasi kotoran anjing dengan DNA
- Tujuh Ekor Orangutan Tiba di Jambi
- Lindungi populasi gajah dengan SMS
- Ilmuwan Desak Diberlakukannya Larangan Penangkapan Ikan Hiu
- Ikan Segar Picu Inflasi
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Telur bermelanin beredar disurabaya
- Maraknya Telur Melamin
- Wall-Mart Tarik Telur China
- Melanin Dalam Telur
- Telur China Tercemar Melamin
- YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
- BBPOM Bali Memusnahkan Makanan Bermelamin
- BPOM Memusnahkan Produk Bermelanin
- Mazoola Datangkan 20 Satwa Afrika ke Lamongan
- Semut Pedalaman Lebih Suka Garam
- Ngengat Vampir Ditemukan di Siberia
- Belalang Ranting Serangga Terpanjang
- 1.500 Anjing Mati Keracunan Melamin
- RPU Bengkulu Dibubarkan
- Itik Bengkulu Dipatenkan
- jaminan 1 milyar, Pelihara Hewan Langka Jadi Legal
- 3 macan lepas dari truk
- AWAS, Daging Kimia Beredar!
- Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
- Sapi Kaki Lima Dihargai 100juta
- Bertambah Lagi Korban Akibat Rabies
- Kasus rabies, di Kabupaten Ende
- Anjing Rabies Gigit Ratusan Warga Flores
- Mimika Waspadai Rabies dari Maluku
- Belasan Ribu Anjing di Kalteng Belum Divaksin Rabies
- Telur Afkir Bukan Telur Bermelanin
- Konsumsi Telur Masih Rendah
- Gas Buangan Kanguru Hambat Pemanasan Global
- Mengganti Sapi dengan Kanguru, Cegah Pemanasan Global
- Genetika Kanguru Serupa Dengan Manusia
- BPOM Gorontalo Minta Susu Qashmir Ditarik
- Kawanan Lutung Bertamu ke Rumah Penduduk
- Harimau Sumatera Mangsa Ternak
- Bali, Puluhan Anjing Dimusnahkan
- 2 Pasien di Boyolali Positif Anthrax
- Sekuensing Virus AI Dari Lalat Dan Ayam
- Mengatasi wabah rabies di Bali
- Bali, 196 Ekor Anjing Dimusnahkan
- Dari Sapi Bali Lahir Sapi Unggul























Mau nanya, kalo lalat berperan sebaga...